Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. "Kebijakan moneter Bank Indonesia berfokus pada keseimbangan antara pro-stability and growth, termasuk pengelolaan suku bunga, stabilisasi nilai tukar, dan pengelolaan likuiditas," ungkap Perry di Jakarta kemarin.
BI memproyeksikan inflasi akan tetap terkendali dalam sasaran 2,5 persen, sementara nilai tukar rupiah dinilai sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia. Hal ini memberikan ruang bagi BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global dan nasional yang terus berkembang.
Perry menjelaskan bahwa penurunan suku bunga acuan mencerminkan perubahan stance kebijakan bank sentral yang lebih akomodatif. "Masih ada ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut, seiring dengan perkembangan ekonomi global dan nasional," tambahnya.
Dalam konteks global, BI turut mempertimbangkan arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang dipengaruhi oleh langkah The Federal Reserve (The Fed). Perry menyebutkan bahwa kebijakan fiskal pemerintah AS, dengan defisit mencapai 7,7 persen, mendorong yield US Treasury tetap tinggi pada tenor jangka pendek maupun panjang. Hal ini memengaruhi ekspektasi pasar terhadap penurunan Fed funds rate (FFR).
"Kami mengantisipasi The Fed hanya akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps tahun ini. Kebijakan tersebut berdampak pada pergerakan dolar AS yang cenderung meningkat, sehingga memberikan tekanan pada mata uang berbagai negara," jelas Perry.
Keputusan BI untuk menurunkan suku bunga diharapkan mampu memberikan stimulus bagi perekonomian nasional. Langkah ini diambil dengan tetap mencermati dinamika global, termasuk pengaruh kebijakan moneter negara lain yang memengaruhi arus modal dan nilai tukar.
Dengan kondisi ekonomi global yang masih menghadapi ketidakpastian, BI berkomitmen untuk menjalankan kebijakan yang mendukung stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan. Kebijakan suku bunga yang akomodatif menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga daya saing ekonomi Indonesia di tengah tantangan global. (jpg)
Editor : Hendra Efison