Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengungkapkan, total aset bank milik bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini tumbuh 3,74% dari Rp31,91 triliun pada Desember 2023 menjadi Rp33,11 triliun di akhir Desember 2024.
Pertumbuhan signifikan juga terlihat pada total kredit yang disalurkan. Hingga akhir tahun 2024, kredit meningkat 6,32%, dari Rp24,03 triliun menjadi Rp25,55 triliun.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 2,84% menjadi Rp26,68 triliun, dibandingkan Rp25,94 triliun pada tahun sebelumnya.
"Di sisi profitabilitas, Bank Nagari mencatatkan laba bersih sebesar Rp540,47 miliar, tumbuh 3,19% dari Rp523,77 miliar di tahun 2023," ungkap Gusti Candra saat ekspose kinerja 2024 di Kantor Pusat Bank Nagari, Selasa (21/1/2025).
Kinerja UUS Meningkat Pesat
Dalam kesempatan dihadiri Komisaris Utama Bank Nagari, Andri Yulika ini, Gusti Candra menyampaikan bahwa Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari menjadi salah satu pendorong utama kinerja positif bank pada tahun 2024.
"Total aset UUS mencatatkan lonjakan 38,29%, dari Rp4,41 triliun pada 2023 menjadi Rp6,10 triliun pada 2024," kata Gusti Candra didampingi Direktur Keuangan Roni Edrian, Direktur Operasional Zilfa Efrizon dan Direktur Kepatuhan Sukardi.
Sedangkan pembiayaan syariah tumbuh 18,62% menjadi Rp4,84 triliun, sementara DPK Syariah meningkat 21,36% menjadi Rp4,47 triliun.
Kontribusi aset syariah terhadap total aset Bank Nagari juga naik signifikan dari 13,83% pada 2023 menjadi 18,43% di 2024.
Rasio Keuangan
Dari sisi rasio keuangan, Bank Nagari menunjukkan fundamental yang sehat meski terdapat sedikit penurunan di beberapa indikator di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.
Bank Nagari berhasil menjaga rasio keuangan yang sehat sepanjang tahun 2024. Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat menjadi 23,09%, sementara Non-Performing Loan (NPL) turun dari 1,98% di tahun 2023 menjadi 1,85%. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat pada level optimal 95,76%.
Sedangkan ROA (Return on Assets) turun tipis dari 2,18% menjadi 2,12%, ROE (Return on Equity) turun dari 15,08% menjadi 14,61%, NIM (Net Interest Margin) turun dari 6,46% menjadi 5,99% serta CASA (Current Account Saving Account) menurun dari 43,39% menjadi 40,97%.
"Untuk meningkatkan CASA yang tahun lalu turun karena dipengaruhi berbagai faktor, kami tahun ini sudah ada program inovatif untuk meningkatkan dana murah melalui pembukaan tabungan secara digital yang sudah disetujui OJK," katanya.
Capaian Digital dan Penghargaan
Bank Nagari terus mengembangkan layanan digitalnya, dengan pertumbuhan signifikan pengguna mobile banking "Ollin" yang mencapai 214.492 pengguna pada 2024.
Bank ini juga menerima 23 penghargaan bergengsi, termasuk The Excellent Performance Bank dari InfoBank dan The Best Digital Transformation Regional Bank pada ATM Bersama Award.
Dengan berbagai capaian kinerja dan prestasi tersebut, Gusti Candra mewakili direksi dan karyawan Bank Nagari mengapresiasi atas dukungan dan kepercayaan masyarakat Sumbar.
Kepercayaan itu ditunjukkan dengan posisi Bank Nagari yang kini masih tetap memimpin pasar di Sumbar dengan market share aset sebesar 39,48%, kredit 33,95%, dan DPK 32,16%.
Unit usaha syariah juga menguasai pangsa pasar dengan market share aset 40,80%, pembiayaan 40,14%, dan DPK 42,90%.
"Bank Nagari akan terus memperkuat perannya sebagai bank daerah yang mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah dengan layanan keuangan yang inklusif dan inovatif mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah," ucapnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto