Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jumlah Investor Pasar Modal RI Tembus 15 Juta SID, di Sumbar Capai 195.749 SID

Heri Sugiarto • Selasa, 11 Februari 2025 | 13:07 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto. Dok. Salman Toyibi/Jawa Pos)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto. Dok. Salman Toyibi/Jawa Pos)
PADEK.JAWAPOS.COM-Jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai tonggak penting dengan menembus angka 15 juta single investor identification (SID) pada akhir Januari 2025.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengatakan, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), dan berbagai pemangku kepentingan yang aktif dalam edukasi dan pengembangan pasar modal.

Iman Rachman menegaskan bahwa pasar modal memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Potensi ini hanya dapat terwujud jika seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, regulator, korporasi, dan investor—bersinergi untuk memajukan pasar modal yang lebih inklusif, transparan, dan berdaya saing global. Bersama-sama, kita dapat mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan,” jelas Iman.

Investor Pasar Modal Meningkat Signifikan

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Januari 2025, jumlah investor pasar modal mencapai 15.161.166 SID. Sepanjang Januari 2025, terdapat pertumbuhan 289.527 SID, lebih tinggi dibandingkan Januari 2024 yang hanya bertambah 144.888 SID.

Di tingkat regional, pertumbuhan investor pasar modal juga terlihat signifikan. Hingga 30 Desember 2024, jumlah investor di Provinsi Sumatera Barat mencapai 195.749 SID All, meningkat 23.871 SID All sepanjang 2024.

"Kenaikan ini mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat daerah dalam berinvestasi di pasar modal," ungkap Kepala Perwakilan BEI Sumbar Early Saputra, Selasa (11/2/2025).

Secara nasional, pertumbuhan jumlah investor mencerminkan optimisme terhadap pasar modal Indonesia, seiring meningkatnya literasi keuangan dan partisipasi masyarakat dalam investasi.

Semakin banyak individu yang melihat saham sebagai instrumen investasi jangka panjang, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Upaya Edukasi dan Inklusi Pasar Modal

Sejak pencapaian 14 juta SID, BEI terus mengintensifkan edukasi pasar modal melalui berbagai program, termasuk Capital Market Summit & Expo 2024 (CMSE 2024), Road to CMSE 2024, dan program Duta Pasar Modal.

Sepanjang 2024, BEI telah mengadakan 34.676 kegiatan edukasi, melibatkan 59,66 juta peserta secara daring, luring, dan hybrid, dalam kampanye Aku Investor Saham.

Mengawali 2025, BEI telah melaksanakan 411 kegiatan edukasi, seperti sekolah pasar modal, forum investor, edukasi publik, kunjungan ke BEI, serta produksi konten edukasi di media sosial.

"Langkah ini menunjukkan komitmen BEI dalam memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan jumlah investor secara berkelanjutan," kata Iman Rachman.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menilai pencapaian 15 juta SID masih menyisakan potensi pertumbuhan yang besar.

“Jika dibandingkan dengan total penduduk Indonesia yang melebihi 280 juta jiwa, jumlah investor pasar modal saat ini masih dapat terus bertumbuh,” ujar Jeffrey.

Menurutnya, BEI akan terus memperluas jangkauan edukasi, meningkatkan inklusi pasar modal melalui kolaborasi strategis, serta mengoptimalkan program edukasi inovatif agar lebih banyak masyarakat dapat berinvestasi dengan aman dan berkelanjutan.

Mendorong Generasi Muda Berinvestasi

Salah satu fokus utama BEI adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi generasi muda, agar mereka lebih aktif dalam investasi pasar modal.

BEI mengapresiasi peran mitra strategis yang telah bekerja sama dalam upaya ini, sehingga pasar modal Indonesia semakin inklusif dan menjadi fondasi ekonomi nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan pencapaian ini, diharapkan pasar modal Indonesia semakin kompetitif di kancah global, memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian, serta membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat berinvestasi dengan lebih cerdas dan aman.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Early Saputra #bursa efek indoneia #Jeffrey Hendrik #bei #investor pasar modal sumbar #iman rachman #ojk #pasar saham #jumlah investor pasar modal