Dalam operasionalnya, Danantara akan difokuskan pada investasi di sektor-sektor strategis, termasuk energi terbarukan, industri manufaktur canggih, dan produksi pangan. Pemerintah menargetkan lembaga ini menjadi motor utama dalam mewujudkan transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PAN, H. Arisal Aziz, menyambut positif peluncuran BPI Danantara. Ia menilai langkah ini sebagai strategi besar pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi Indonesia.
“Sebuah inisiasi positif dari pemerintah yang layak diapresiasi dan kita tunggu efek dari gebrakan ini. Tentunya, dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen per tahun, Danantara diharapkan menjadi mesin utama dalam transformasi ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai seorang pengusaha, Arisal Aziz menekankan bahwa inisiatif ini mencerminkan spirit kemandirian dan daya saing yang akan membawa Indonesia menuju ekonomi berbasis teknologi dan industri unggulan.
“Danantara merupakan sejarah dalam transformasi perkembangan ekonomi nasional. Saya melihat ada semangat besar dalam membangun kemandirian ekonomi dan daya saing global. Harapannya, sektor ekonomi unggulan dan industri berbasis teknologi dapat terdorong dengan kehadiran BPI Danantara,” imbuhnya.
Arisal juga menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat hanya bisa dicapai apabila pemerintah mampu menghadirkan kemandirian ekonomi melalui kebijakan yang strategis dan terukur.
"Intinya, selagi ini bermuara kepada kesejahteraan rakyat, kita harus dukung penuh program BPI Danantara ini. Mari kita bersama-sama membangun iklim bernegara yang positif dan kondusif agar cita-cita bangsa mensejahterakan rakyat bisa terwujud," pungkasnya.
Dengan peluncuran BPI Danantara, pemerintah berharap dapat menarik investasi besar serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.(*)
Editor : Hendra Efison