PADEK.JAWAPOS.COM-Pasar murah yang digelar Pemko Padang di Jalan Asra, RT 01/RW 04, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Kototangah, Selasa (4/3) disambut antusias oleh warga setempat.
Keberadaan pasar murah ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok karena menawarkan harga yang lebih terjangkau.
Tia, 36, salah seorang pembeli mengungkapkan pasar murah sangat membantu meringankan pengeluaran keluarga, terutama pada bulan puasa.
“Harga barang yang dijual lebih terjangkau, jadi bisa mengurangi beban pengeluaran keluarga, apalagi dengan adanya voucher yang diberikan,” ujarnya.
Senada, Idawati, 55 juga merasa terbantu dengan kehadiran pasar murah ini, khususnya saat puasa dan menjelang Lebaran. “Di pasar murah ini saya bisa membeli kebutuhan sehari-hari tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga,” tuturnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran saat meninjau pasar murah mengatakan operasi pasar ini merupakan upaya mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok serta inflasi selama Ramadhan hingga Lebaran.
“Setiap Ramadhan biasanya harga beberapa kebutuhan pokok akan naik dan akan memberatkan masyarakat. Maka itu pasar murah ini menjadi salah satu upaya kita mengendalikannya,” kata Fadly.
Ia menjelaskan pasar murah ini tidak hanya menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan pasar biasa, tetapi juga memberikan voucher sebesar Rp 5.000 yang bisa dimanfaatkan warga untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
Fadly juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada sejumlah pihak yang ikut mendukung pasar murah tersebut.
“Alhamdulillah, sejumlah perusahaan memberikan dukungan dalam bentuk voucher sembako yang dibagikan kepada masyarakat kita yang kurang mampu. Semoga berkah dan bermanfaat tentunya,” tukasnya.
Kepala Dinas Perdagangan Syahendri Barkah menjelaskan, pada bulan Ramadhan ini pihaknya menggelar pasar murah di 11 titik berbasis kecamatan yang telah dimulai sejak 11 Februari 2025 lalu.
“Pada pasar murah ini sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula, cabai, minyak goreng dan lainnya dijual dengan harga relatif lebih murah dari harga pasar. Lebih hemat Rp 1.000 sampai Rp 3.000,” terangnya.
Pada pasar murah ini setiap warga kurang mampu menerima dua voucher, yang masing-masing dapat digunakan untuk mengurangi harga bahan pokok sebesar Rp 5.000 per transaksi.
“Voucher ini untuk membantu keringanan harga bagi masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok. Di pasar murah ini, kami membagikan 600 voucher,” terang Syahendri,” terangnya. (eri)
Editor : Novitri Selvia