Pada perdagangan terbaru, harga emas spot naik 1,3% menjadi $3.025,43 per ons, sementara kontrak berjangka emas meningkat 0,8% ke level $3.028,80 per ons.
Sejak awal tahun, emas telah melonjak 15%, setelah menutup Desember 2024 di angka $2.623 per ons, melanjutkan kenaikan 27% sepanjang tahun lalu.
Pelemahan dolar AS menjadi faktor utama dalam lonjakan harga emas. Analis Deutsche Bank mencatat bahwa investor semakin beralih dari dolar AS ke aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan global.
Linh Tran, analis pasar di XS.com, menyoroti ketegangan di Timur Tengah dan konflik perdagangan AS-Tiongkok sebagai pendorong utama kenaikan harga emas.
“Ketidakpastian ini tidak hanya meningkatkan permintaan emas, tetapi juga menarik arus modal besar ke pasar logam mulia, mendorong harga emas ke level tertinggi baru,” ujarnya seperti dilansir dari Yahoo Finance, Selasa (18/3).
Bank Australia ANZ memperkirakan harga emas masih akan terus meningkat. Dalam laporannya, mereka menyatakan: “Kami tetap optimistis terhadap emas, didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdagangan, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta pembelian emas oleh bank sentral.”
Dengan ketidakpastian global yang terus meningkat, emas semakin mengukuhkan posisinya sebagai aset lindung nilai utama bagi investor.(*)
Editor : Heri Sugiarto