Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jelang Lebaran Permintaan Furnitur Meningkat

Novitri Selvia • Kamis, 20 Maret 2025 | 13:30 WIB

MENINGKAT: Permintaan furnitur di Kota Padang mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.(FAISAL/PADEK)
MENINGKAT: Permintaan furnitur di Kota Padang mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.(FAISAL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, permintaan furnitur di Kota Padang mengalami peningkatan dibanding bulan-bulan biasanya.

Fenomena ini dipicu oleh kebiasaan masyarakat memperbarui tampilan rumah untuk menyambut tamu saat Lebaran, ditambah dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang meningkatkan daya beli.

Dodi, 70, seorang perajin kursi dan meja di Lubukbegalung, mengaku merasakan peningkatan permintaan dalam beberapa waktu terakhir.

“Tahun ini memang tidak ada lonjakan besar, tapi tetap ada peningkatan dibandingkan bulan-bulan biasa. Kami berharap penjualan terus berjalan lancar hingga Lebaran,” ujar Dodi.

Menurutnya, setelah masyarakat menerima THR, biasanya mereka mulai berbelanja furnitur untuk mempercantik rumah. “Banyak pelanggan ingin memberikan tampilan baru di ruang tamu mereka agar terlihat lebih menarik dan nyaman bagi tamu yang berkunjung,” pungkas Dodi.

Meski permintaan meningkat, harga kursi dan meja tidak mengalami kenaikan. “Harga masih sama seperti bulan-bulan sebelumnya, satu set meja dan kursi masih di kisaran Rp 3 juta,” ujarnya.

Penjual furnitur lainnya Nofriadi, 52 mengatakan model minimalis dengan desain simpel masih menjadi favorit konsumen. “Model minimalis cocok dengan berbagai jenis dekorasi rumah. Selain itu, faktor keawetan dan kemudahan perawatan juga menjadi pertimbangan utama pembeli,” ujarnya.

Ia menambahkan, para pembeli kini lebih memilih bahan yang tahan lama dan tidak memerlukan perawatan rumit, terutama bagi mereka yang sibuk bekerja. “Mereka lebih mengutamakan kualitas daripada harga murah,” katanya.

Berbeda dengan sektor lain yang kerap menawarkan diskon dan promo khusus menjelang Lebaran, para perajin dan penjual furnitur memilih untuk tetap mempertahankan harga normal.

“Kami lebih mengandalkan kualitas produk daripada strategi promo Sebagian besar pembeli sudah memahami harga pasaran dan lebih memilih produk berkualitas dibandingkan harga murah dengan bahan yang kurang awet,” ujar Nofriadi.

Meski permintaan meningkat, para perajin dan penjual furnitur tetap menghadapi tantangan, terutama dalam hal biaya bahan baku. “Kadang harga bahan naik, tapi kami tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual karena bisa kehilangan pelanggan,” jelas Nofriadi.

Ke depan, mereka berharap industri furnitur lokal dapat terus berkembang dan semakin diminati oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis.

“Kami yakin dengan kualitas dan keunikan produk lokal, industri furnitur dalam negeri tetap mampu bersaing. Semoga permintaan furnitur akan terus stabil, tidak hanya saat Lebaran tetapi juga di bulan-bulan berikutnya,” kata Dodi. (cr3)

Editor : Novitri Selvia
#Hari Raya Idul Fitri 1446 H #furnitur #Lubukbegalung