Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rendang ASESE: Dari Dapur Rumahan ke Pasar Global, UMKM Lokal yang Mendunia

Hendra Efison • Jumat, 28 Maret 2025 | 13:32 WIB

ASESE merupakan singkatan dari Asal Seiya Sekata, usaha kuliner tradisional yang bekerjasama dengan JNE.
ASESE merupakan singkatan dari Asal Seiya Sekata, usaha kuliner tradisional yang bekerjasama dengan JNE.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sumatra Barat dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan kulinernya. Salah satu ikon kuliner khas Ranah Minang yang mendunia adalah rendang.

Berasal dari kata "randang" dalam bahasa Minang, rendang mengacu pada teknik memasak lambat yang disebut "marandang"—proses memasak dan mengaduk dalam waktu lama dengan api kecil hingga hasilnya kering.

Eva Milza, seorang wanita kelahiran Ranah Minang, sukses mengembangkan usaha kuliner berbasis rendang dengan brand Rendang ASESE. Berawal dari hobi memasak, ia mendirikan usaha ini di Padang, Sumatra Barat, pada 23 Maret 2003 dengan modal awal Rp500 ribu.

Awalnya, ia hanya menerima pesanan dalam jumlah terbatas dan memproduksi dua jenis rendang: rendang paru kering dan rendang daging suwir. Eva terlibat langsung dalam seluruh proses, mulai dari belanja bahan hingga memasak.

Seiring meningkatnya permintaan pasar, Eva mulai mengurus perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT), membangun merek ASESE, dan melakukan pengemasan agar rendang dapat menjadi oleh-oleh khas Ranah Minang.

Rendang ASESE terkenal karena tidak menggunakan bahan pengawet, melainkan rempah-rempah segar dengan proses memasak lama yang membuatnya tahan lama secara alami.

Sebagai pionir dalam penggunaan kemasan standing pouch berbahan aluminium foil di Padang, rendang ASESE juga telah memiliki sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), memastikan keamanannya untuk pengiriman ke luar negeri.

Produk ini kini telah dikirim ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Singapura, Malaysia, Belanda, Jepang, Belgia, Jerman, Prancis, dan Inggris.

Untuk mendukung pengiriman ke berbagai kota dan negara, sejak 2006 rendang ASESE mempercayakan distribusinya kepada JNE. Dengan layanan variatif seperti JNE YES (Yakin Esok Sampai) dan JNE Regular, pengiriman menjadi lebih cepat dan aman. Rendang ASESE juga tergabung dalam JNE Loyalty Card (JLC), yang memberikan berbagai keuntungan bagi pelanggan setia.

Dalam persaingan industri kuliner, rendang ASESE terus berinovasi dengan menambah varian seperti rendang tuna, rendang lokan, rendang ayam, dan rendang jengkol.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di luar negeri yang tidak bisa menerima kiriman daging, ASESE juga memproduksi bumbu dapur khas Minangkabau yang sangat diminati.

Mengikuti perkembangan era digital, rendang ASESE kini hadir di berbagai marketplace dan memiliki toko resmi di rendangasese.com, mempermudah pelanggan dalam berbelanja. Eva Milza berharap UMKM Indonesia terus berkembang dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.

Dalam rangka menyambut Idulfitri 1446 H, rendang ASESE bekerja sama dengan JNE menghadirkan promo spesial: diskon 10% dan gratis ongkir ke seluruh Indonesia. Promo berlaku untuk pemesanan pada 26 Maret – 4 April 2025 melalui tautan berikut. (*)

Editor : Hendra Efison
#Rendang Asese #UMKM Lokal yang Mendunia #Dari Dapur Rumahan ke Pasar Global