Langkah ini semakin memanaskan tensi perang dagang meski terdapat jeda 90 hari untuk tarif terhadap negara lain.
Harga emas berjangka tercatat naik 1,8% menjadi USD 3.133,30 per ons troi, sementara harga spot melonjak 2,3% ke level USD 3.113,63 per ons troi.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu (9/4) mengumumkan peningkatan tarif impor dari China menjadi 125% dari sebelumnya 104%.
Dalam sepekan terakhir, dua raksasa ekonomi dunia ini terus saling balas menaikkan tarif barang masing-masing.
Analis Marex, Edward Meir, menilai bahwa jika pertumbuhan ekonomi global melambat, suku bunga kemungkinan akan kembali turun, mendorong harga emas lebih tinggi di tengah kekhawatiran inflasi akibat dampak tarif.
"Kami memperkirakan harga emas bisa mencapai USD3.200 per ons troi pada akhir bulan ini, bahkan mungkin lebih cepat," ujarnya seperti dilansir dari Yahoo Finance.
Emas selama ini dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Sepanjang tahun 2025, harga emas telah meningkat lebih dari 18%.
Harga Emas di Indonesia Juga Menguat
Di Indonesia, tren kenaikan harga emas global turut berdampak pada harga domestik. Di Butik Emas LM Grahadipta Jakarta, harga emas 1 gram pada Kamis (10/4) tercatat Rp1.846.000, naik Rp34.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga emas di Pegadaian juga mengalami kenaikan signifikan, dari sebelumnya Rp1.693.000 menjadi Rp1.761.000 per gram.
Kenaikan ini menjadi perhatian investor dan masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.(*)
Editor : Heri Sugiarto