Laporan—Two Efly, Tiku
Manajemen PT BPR Mutiara Pesisir kembali mampu mencatatkan pertumbuhan usahanya. Sejumlah indikator usaha tampak masih bertumbuh secara year on year. Mulai dari besaran Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), pendapatan bunga serta pendapatan operasional (PO).
“Alhamdulillah, walau terbilang relatif berat namun tahun buku 2024 kita masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha terutama terhadap besaran aset dan pendapatan operasional,” ujar Direktur Utama PT BPR Mutiara Pesisir, Sri Mulyani, didampingi Direkturnya Muhammad Abri Syani kepada Padang Ekspres, Selasa (15/4/2025).
Dikatakan Sri Mulyani, total Aset tercapai Rp40,68 Miliar, realisasi Kredit yang disalurkan sebanyak Rp26,21 Miliar, Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun sebanyak Rp27,83 Miliar dan Laba Bersih Usaha yang mampu dibukukan sebanyak Rp550 Juta. Target kita di tahun 2025 ini selain terus memacu aset dan Kredit, peningkatan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) juga harus dilakukan.
Menurut Sri Mulyani, secara kinerja PT BPR Mutiara Pesisir tahun buku 2024 relatif konstan. Sejumlah target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) ada yang tercapai dan bertumbuh dan sebagian juga ada yang mendekati target. Kita target di tahun 2025 ini selain mencapai target usaha sesuai RBB, peningkatan Kualitas Aktiva Produktifpun harus dilakukan demi memaksimalkan kinerja laba.
Aset, Dana dan Beban
Dari audit yang dilakukan per 31 Desember 2024 tercatat total Aset PT BPR Mutiara Pesisir sebanyak Rp40,68 Miliar. Realisasi Aset ini bertumbuh 2,41 persen secara year on year dengan besaran Aset tahun 2023 yang lalu sebesar Rp39,72 Miliar.
Bertumbuhnya Aset lebih dikontribusi oleh membaiknya kinerja Dana. Total Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp27,83 Miliar atau bertumbuh 5,37 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, produk tabungan lebih mendominasi. Total Dana tabungan yang mampu dihimpun sampai akhir tahun 2024 tercatat sebanyak Rp17,49 Miliar sedangkan dana Deposito terhimpun sebanyak Rp10,34 Miliar atau bertumbuh 17,10 persen secara year on year.
Bertumbuhnya dana tentulah bermuara pada peningkatan beban dana (cost of fund). Beban bunga kontraktual yang mesti dipikul selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp1,22 Miliar atau meningkat dibandingkan beban bunga kontraktual tahun 2023 yang lalu.
Kredit dan Pendapatan
Berbeda dengan Dana, kinerja kredit tahun 2024 tahun mengalami kontraksi. Total kredit yang mampu disalurkan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp26,21 Miliar dan mayoritas dari kredit itu terdistribusi pada pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).
Walau kredit tumbuh kontraktif namun pendapatan yang berhasil dibukukan malah sebaliknya. Pendapatan bunga yang mampu dicatatkan hingga akhir tahun 2024 tercapai sebesar Rp5,24 Miliar sedangkan pendapatan lainnya tercapai Rp378 Juta atau bertumbuh 65,78 persen secara year on year.
“Total Pendapatan Operasional (PO) yang mampu dibukukan sampai akhir tahun 2024 tercatat sebesar Rp5,62 Miliar atau bertumbuh 4,07 persen secara year on year. Sementara itu laba bersih usaha yang mampu dibukukan tercatat sebanyak Rp 550 juta,” ujar Sri Mulyani.
Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR Mutiara Pesisir merupakan salah satu BPR yang membidik segmen khusus dan menjadi mitra strategis Kementerian KKP dalam pembedayaan ekonomi masyarakat Pesisir pantai.
BPR yang berkantor pusat di Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara ini, dalam lima tahun terakhir terpantau mampu berkinerja relatif bagus dan selalu mencatatkan pertumbuhan. Mulai dari peningkatan aset, serapan kredit dan besaran Dana Pihak Ketiga.
“Mewakili manajemen kami mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang sudah mensuport dan menjadi mitra PT BPR Mutiara pesisir. Mudah-mudahan tahun 2025 ini PT BPR Mutiara pesisir bisa tumbuh lebih bagus lagi,” tukas Sri Mulyani dan Muhammad Abri Syani.(*)
Editor : Hendra Efison