Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Cabai dan Bawang Naik di Payakumbuh, Pasokan Terbatas

Syamsu Ridwan • Rabu, 16 April 2025 | 16:45 WIB

KEBUTUHAN POKOK: Pedagang cabai merah di Pasar Ibuah, Payakumbuh, tengah melayani pembeli, kemarin. Saat ini harga cabai sedang mengalami lonjakan.(SY RIDWAN/PADEK)
KEBUTUHAN POKOK: Pedagang cabai merah di Pasar Ibuah, Payakumbuh, tengah melayani pembeli, kemarin. Saat ini harga cabai sedang mengalami lonjakan.(SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Sejumlah harga kebutuhan pokok (sembako) sejumlah pedaganh di Pasar Ibuah, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh terpantau mengalami kenaikan pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Kenaikan signifikan terutama terjadi pada komoditas cabai merah dan bawang merah Solok. Hal ini diungkapkan oleh seorang pedagang sembako di Pasar Ibuah pada Jumat (11/4).

Salah satu pedagang, Dilla, 43, menyebutkan adapun harga sembako yang baik dianataranya cabai dan bawang merah Solok. “Saat ini harga cabai merah Rp. 60 ribu per kilogram modalnya, lalu harga jual Rp. 65 ribu perkilogramnya,” sebutnya.

Pedagang lain di Pasar Ibuh Barat, Ibuah, dua hari lalu menyebutkan Amirrudi nkenaikan harga mulai terasa setelah perayaan Lebaran. 

“Adapun sembako yang naik setelah lebaran adalah cabai dan bawang merah. Untuk bawang yang naik tersebut merupakan bawang merah Solok,” ujarnya kepada Padek.

Lebih lanjut, ia merinci harga modal dan harga jual cabai merah. “Per hari kemarin, cabai merah modalnya Rp 60 ribu per kilogram dengan harga jual Rp 64 ribu per kilogramnya,” ujarnya.

Kenaikan ini terbilang cukup tajam jika dibandingkan dengan harga sebelum Lebaran. “Kenaikan harga cabai merah ini setelah lebaran, tepatnya pada hari Rabu (9/4) yang sebelumnya harga modal cabai sekitar Rp 40 ribu dan harga jual Rp 48 ribu per kilogramnya,” jelasnya.

Senada dengan cabai merah, harga bawang merah Solok juga mengalami lonjakan. “Untuk harga bawang merah Solok juga mengalami kenaikan, per hari kemarin harga dengan modal Rp 41 ribu per kilogram dengan harga jual Rp 48 ribu per kilogramnya,” ungkapnya.

Sebelum Lebaran, harga bawang merah Solok terpantau lebih rendah. “Untuk harga bawang merah mengalami kenaikan setelah lebaran 2025 juga, sebelumnya yang mana harga modalnya hanya Rp 33 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogramnya, dengan harga jual Rp 38 ribu per kilogram,” katanya.

Kendati demikian, pedagang tersebut juga menyampaikan kabar baik terkait stabilitas harga beberapa jenis sembako lainnya. “Untuk jenis sembako yang lainnya relatif stabil, misalnya bawang putih dengan modal Rp 37 ribu per kilogramnya dan dijual Rp 40 ribu per kilogramnya,” ujarnya.

Selain itu, harga beberapa jenis cabai juga terpantau stabil. “Cabai Rawit Setan malah juga di harga Rp 60 ribu per kilogram dan jenis ini relatif stabil dari lebaran kemarin,” katanya.

Begitu pula dengan cabai hijau. “Pada cabai hijau modalnya Rp 30 ribu dari petani, lalu dijual sekitar Rp 34 ribu per kilogramnya. Cabai hijau stabil harganya, tidak naik dan tidak turun,” imbuhnya.

Mengenai penyebab kenaikan harga cabai merah dan bawang merah Solok, pedagang tersebut memperkirakan adanya faktor panen di tingkat petani. “Jadi yang masuk ke sini sedikit dan bawang juga mengalami hal yang sama dan telah berpencar jualnya,” pungkasnya.(rid)

Editor : Novitri Selvia
#Pasar Ibuah #sembako #harga cabai naik