Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pertachem Pasok Green Coke untuk Industri Anoda Baterai Kendaraan Listrik

Hendra Efison • Jumat, 18 April 2025 | 15:47 WIB

Green Coke dari Pertachem digunakan sebagai bahan baku utama untuk produksi anoda baterai, komponen penting dalam industri baterai kendaraan listrik dan elektronik.
Green Coke dari Pertachem digunakan sebagai bahan baku utama untuk produksi anoda baterai, komponen penting dalam industri baterai kendaraan listrik dan elektronik.
PADEK.JAWAPOS.COM–PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem), anak usaha Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga, memperluas peran dalam pengembangan dan pemasaran produk petrokimia bernilai tambah tinggi, khususnya Green Coke.

Green Coke atau Petroleum Coke merupakan produk padat berkarbon tinggi hasil proses pemanasan di unit Delayed Coking Unit (DCU) dari pengolahan minyak bumi.

Di Indonesia, produk ini diproduksi oleh Pertamina Group melalui fasilitas Refinery Unit II Dumai, milik PT Kilang Pertamina Internasional.

Pada April 2025, Direktur Utama Pertachem, Oos Kosasih, menandatangani kerja sama strategis dengan PT Indonesia BTR New Energy Material, produsen anoda terbesar kedua di dunia.

Green Coke dari Pertachem akan digunakan sebagai bahan baku utama untuk produksi anoda baterai, komponen penting dalam industri baterai kendaraan listrik dan elektronik.

"Green Coke menjadi bagian penting dalam rantai pasok energi nasional. Produk ini diharapkan memperkuat swasembada energi dan mendukung ekosistem hilirisasi industri berbasis bahan baku dalam negeri," kata Oos Kosasih.

Kolaborasi ini menjadi simbol sinergi antara BUMN energi dan sektor industri strategis, serta membuka peluang investasi besar dengan target pasar domestik dan global.

Green Coke: Bahan Baku Multifungsi dan Ramah Lingkungan

Green Coke tidak hanya vital untuk industri baterai, tapi juga memiliki banyak kegunaan lain di sektor skala besar, seperti:

Produk ini hadir dengan kualitas unggul, termasuk kadar sulfur rendah (0,5%) dan Ash Content hanya 0,1%, yang berkontribusi terhadap pengurangan dampak lingkungan dan kualitas udara lebih baik.

Indonesia Menuju Pusat Produksi Anoda Global

Presiden Direktur PT Indonesia BTR New Energy Material, Wu Lei, mengungkapkan bahwa pada fase awal, produksi anoda mencapai 80.000 ton per tahun, dan ditargetkan meningkat hingga 160.000 ton.

"Dengan dukungan dari Pertamina, kami optimistis Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam rantai pasok industri baterai global," ujarnya.

Selain Green Coke, Pertachem juga aktif memasarkan beragam produk petrokimia lainnya seperti:

Editor : Hendra Efison
#kendaraan listrik #Pertachem #Green Coke #Industri Anoda Baterai