Fenomena ini memperkuat permintaan terhadap aset safe haven di tengah gejolak ekonomi dan politik internasional.
Harga spot emas melonjak hingga 1,8 persen dan menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$3.385,36 per ons, sebelum diperdagangkan di kisaran US$3.383,67 pada pukul 11.33 waktu Singapura, Senin (21/4).
Kenaikan ini seiring dengan melemahnya indeks Bloomberg Dollar Spot sebesar 0,7 persen, mencerminkan jatuhnya nilai tukar dolar ke level terendah sejak awal 2024.
Lonjakan harga emas juga dipicu oleh kritik Presiden AS Donald Trump terhadap bank sentral AS (Federal Reserve), termasuk wacana pemecatan Ketua Fed Jerome Powell.
Trump secara terbuka mendorong penurunan suku bunga, yang menurut para analis dapat merusak independensi bank sentral.
"Pemecatan Powell tidak hanya melemahkan prinsip independensi bank sentral, tetapi juga berisiko mempolitisasi kebijakan moneter AS secara drastis," ujar Christopher Wong, analis dari Oversea-Chinese Banking Corp.
Ia menambahkan, keraguan terhadap kredibilitas The Fed dapat mengikis kepercayaan terhadap dolar dan mendorong aliran dana ke aset aman seperti emas.
Sentimen pasar yang tidak menentu akibat konflik dagang, terutama antara AS dan China, juga turut mendorong investor mengalihkan dana ke instrumen lindung nilai seperti emas.
Kementerian Perdagangan China menegaskan penolakannya terhadap kesepakatan dagang yang merugikan kepentingan Beijing, memperkuat kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global.
Permintaan global terhadap emas juga didukung oleh peningkatan kepemilikan pada produk exchange-traded fund (ETF) berbasis emas yang telah berlangsung selama 12 minggu berturut-turut — periode terpanjang sejak 2022.
Bank sentral di berbagai negara pun terus menambah cadangan emasnya, memperkuat prospek jangka panjang logam mulia ini.
Seiring dengan penguatan tren harga, sejumlah bank investasi mulai memperkirakan potensi emas menembus level baru.
Goldman Sachs, misalnya, memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$4.000 per ons pada pertengahan tahun depan.
Selain emas, pergerakan logam mulia lainnya bervariasi: perak menghapus penurunan awal dan bergerak naik, platinum stabil, sementara palladium mengalami pelemahan.(*)
Editor : Heri Sugiarto