Investor terlihat meningkatkan pembelian logam mulia sebagai respons atas ketidakpastian arah perdagangan global dan prospek ekonomi Amerika Serikat menjelang keputusan penting dari Federal Reserve (The Fed) pekan ini.
Harga emas diperdagangkan di atas $3.260 per ons pada Senin pagi (5/5), pulih setelah mengalami penurunan sebesar 2,4% pekan lalu.
Meski begitu, secara keseluruhan sepanjang tahun 2025, emas telah melonjak hampir 25%, bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi di atas $3.500 per ons pada April lalu, sebelum terkoreksi dalam beberapa pekan terakhir.
Lonjakan harga emas tahun ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah kebijakan perdagangan dan geopolitik yang dinilai sangat mengganggu dari Presiden Donald Trump.
Selain itu, permintaan spekulatif dari Tiongkok serta aksi beli besar-besaran dari bank sentral global turut menjadi faktor utama dalam reli emas tersebut.
Pasar kini mencermati pertemuan The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa dan Rabu pekan ini.
Meskipun mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tetap, tekanan politik tetap muncul.
Presiden Trump kembali mendesak Ketua The Fed Jerome Powell untuk memangkas suku bunga, dengan alasan bahwa data ketenagakerjaan yang kuat pekan lalu seharusnya tidak menjadi penghalang bagi pelonggaran kebijakan moneter.(*)
Editor : Heri Sugiarto