Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Naik Usai Trump Ancam Tarif Baru Uni Eropa, Dolar AS Melemah

Heri Sugiarto • Minggu, 25 Mei 2025 | 12:42 WIB

Emas tembus US.345/ons, naik 4,5% dalam sepekan. Ancaman tarif Trump dan RUU fiskal AS picu lonjakan permintaan safe haven. (Foto: ilustrasi AI)
Emas tembus US.345/ons, naik 4,5% dalam sepekan. Ancaman tarif Trump dan RUU fiskal AS picu lonjakan permintaan safe haven. (Foto: ilustrasi AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas naik hingga 2% pada Sabtu (24/5/2025) dan menuju kinerja mingguan terbaiknya dalam enam pekan terakhir.

Kenaikan harga emas dunia ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif terhadap Uni Eropa dan dolar AS mengalami pelemahan.

Harga emas di pasar spot tercatat naik 1,6% menjadi US$3.345,99 per ons troi pada pukul 20.52 WIB, setelah sebelumnya menyentuh kenaikan hingga 2% di awal sesi perdagangan.

Secara mingguan, harga emas telah meningkat 4,5% dan menyentuh level tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Kontrak emas berjangka AS juga turut naik 1,6% ke level US$3.346,60 per ons troi.

"Trump kembali membuat gebrakan dalam 24 jam terakhir. Ia mengancam akan memberlakukan tarif 50% terhadap Uni Eropa mulai 1 Juni, menekan Apple, dan menyudutkan Harvard. Hal ini membuat pasar saham muram dan menjadi angin segar bagi emas," jelas Tai Wong, analis dan pedagang logam independen, dilansir Reuters.

Menurut Wong, kekhawatiran atas kebijakan tarif yang kembali mencuat pada hari perdagangan yang sepi menjelang akhir pekan panjang turut memperbesar volatilitas harga.

Pasar saham global tertekan tajam pada Jumat setelah Trump mengejutkan pasar dengan usulan tarif 50% terhadap impor dari Uni Eropa yang akan diberlakukan mulai 1 Juni.

Selain itu, Trump juga menyatakan bahwa Apple akan dikenai tarif 25% untuk iPhone yang dijual di AS namun tidak diproduksi di dalam negeri.

Sementara itu, dolar AS melemah 0,6%, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan daya tariknya.

Di sisi lain, DPR AS yang dikuasai Partai Republik pada Kamis kemarin menyetujui rancangan undang-undang besar terkait pajak dan belanja negara yang mencerminkan sebagian besar agenda kebijakan Trump. Paket kebijakan ini berpotensi menambah triliunan dolar utang bagi Amerika Serikat.

Harga emas cenderung menguat di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi karena fungsinya sebagai aset lindung nilai (safe haven).(*)

Editor : Heri Sugiarto
#ekonomi global #dolar as #donald trump #safe haven emas #harga emas terbaru #investasi emas #Tarif Trump #kenaikan harga emas #tarif impor Apple