Hal ini ditandai dengan terlaksananya acara penandatanganan Financial Close yang dihadiri langsung oleh Bupati Solok Selatan, Khairunas.
Dalam acara yang berlangsung Minggu (25/5) tersebut, seluruh dokumen legal, perjanjian pembiayaan, serta persyaratan teknis proyek berhasil disepakati. Keberhasilan ini membuka jalan bagi dimulainya pembangunan fisik oleh PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML).
“Pada momen ini, seluruh dokumen legal, perjanjian pembiayaan, serta persyaratan teknis proyek berhasil disepakati bersama, menandai dimulainya fase konstruksi oleh PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) untuk tahap II,” ujar Bupati Khairunas.
Ia menegaskan, proyek PLTP ini bukan hanya sekadar infrastruktur energi, melainkan juga instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian lokal.
Dengan nilai investasi mencapai sekitar USD 900 juta atau setara dengan Rp 14,7 triliun, proyek ini diproyeksikan akan memberi kontribusi besar terhadap transisi energi nasional menuju sumber daya yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Kita harapkan, pembangunan PLTP ini dapat menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan memperkuat pasokan listrik di kawasan Sumatera, sehingga mampu mendukung pertumbuhan industri dan aktivitas sosial ekonomi di daerah,” kata Khairunas.
Pemerintah daerah, lanjutnya, menyambut baik sinergi antara investor, pemerintah, dan masyarakat dalam menyukseskan proyek strategis nasional ini.
Sementara itu, Senior Manager Business Relations dan General Affairs PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), Ismoyo Argo, mengonfirmasi, fase konstruksi Unit 2 dari proyek PLTP ini direncanakan akan dimulai pada November 2025.
Ia menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang objektif dan berimbang kepada publik, guna mendukung kelancaran proyek.
“Peran media dalam menjaga objektivitas dan akurasi informasi, khususnya mengenai proyek PLTP Muara Laboh Unit 2 jelang tahap II dimulai, sangatlah penting,” ujar Ismoyo.
Menurutnya, pemberitaan yang akurat dan terverifikasi mampu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat dan mendukung sinergi antara perusahaan dan publik.
Ia juga mengajak insan pers untuk terus menjunjung prinsip-prinsip jurnalistik dengan mengedepankan konfirmasi dalam setiap pemberitaan.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik dan transparan dapat membantu mencegah kesalahpahaman serta memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.
“Media yang menyampaikan informasi secara tepat akan berdampak positif pada hubungan perusahaan dengan masyarakat, sehingga proses pengembangan proyek dapat berjalan lancar,” tutup Ismoyo. (tno)
Editor : Adetio Purtama