Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Naik Imbas Eskalasi Perang Rusia-Ukraina dan Ancaman Tarif Baja Trump

Heri Sugiarto • Senin, 2 Juni 2025 | 12:50 WIB

Harga emas dunia naik pada perdagangan Senin (2/6/2025), dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik akibat eskalasi perang Rusia-Ukraina serta ancaman tarif baja.(Foto ilustrasi AI)
Harga emas dunia naik pada perdagangan Senin (2/6/2025), dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik akibat eskalasi perang Rusia-Ukraina serta ancaman tarif baja.(Foto ilustrasi AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas dunia naik pada perdagangan Senin (2/6/2025), dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik akibat eskalasi perang Rusia-Ukraina serta ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium.

Harga emas spot tercatat naik 0,7% menjadi USD 3.311,33 per ons pada pukul 04.16 GMT. Sementara itu, emas berjangka AS naik 0,6% ke level USD 3.335,40 per ons.

Kenaikan harga terjadi setelah pernyataan Trump pada Jumat lalu yang menyebutkan rencana menaikkan tarif impor baja dan aluminium dari 25% menjadi 50%.

Komisi Eropa merespons dengan peringatan bahwa Eropa siap melakukan tindakan balasan terhadap kebijakan tersebut.

"Ketika kekhawatiran perdagangan dan geopolitik kembali mencuat, tidak mengherankan jika harga emas naik di awal pekan," ujar Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade, dilansir Reuters.

Di sisi lain, konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas menjelang perundingan damai putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung di Istanbul.

Ketegangan meningkat setelah serangan besar-besaran, termasuk serangan drone semalam oleh Rusia dan salah satu serangan paling berani oleh Ukraina sejak awal invasi.

Aset berisiko mengalami tekanan pada awal pekan ini, sementara pelemahan nilai dolar AS turut mendukung pergerakan harga emas.

Indeks dolar AS tercatat turun 0,1%, membuat harga emas lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Pasar kini menantikan pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve AS sepanjang pekan ini untuk mendapatkan petunjuk terkait arah kebijakan moneter.

Ketua The Fed, Jerome Powell, dijadwalkan memberikan pidato pada hari ini.

Sementara itu, Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga tetap memungkinkan tahun ini, meskipun kebijakan tarif Trump diperkirakan dapat meningkatkan tekanan inflasi dalam jangka pendek.

Emas sering dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) pada masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan akan berbicara dalam waktu dekat untuk menyelesaikan sejumlah isu perdagangan, termasuk sengketa terkait mineral kritis.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,3% menjadi USD 33,08 per ons, platinum turun 0,4% ke level USD 1.051,63, dan paladium melemah 0,3% menjadi USD 967,62 per ons.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#harga emas #tarif baja trump #harga emas dunia #konflik Rusia dan Ukraina #harga emas hari ini