Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Takut Rupiah Melemah, Warga Ramai Beli Emas

ZikriNiati ZN • Jumat, 4 Juli 2025 | 14:45 WIB

NAIK HARGA: Warga bertransaksi di Toko Emas Murni, Pasar Pariaman. Pembelian emas meningkat tajam di tengah kekhawatiran akan anjloknya nilai rupiah.(FOTO: DOK. PADEK)
NAIK HARGA: Warga bertransaksi di Toko Emas Murni, Pasar Pariaman. Pembelian emas meningkat tajam di tengah kekhawatiran akan anjloknya nilai rupiah.(FOTO: DOK. PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas 24 karat di Kota Pariaman mengalami kenaikan perlahan dalam sepekan terakhir. Saat ini, harga emas mencapai Rp4,3 juta per 2,5 gram, naik dari sebelumnya Rp4,1 juta.

Kendati mengalami kenaikan, masyarakat justru semakin gencar membeli emas sebagai upaya melindungi nilai uang mereka dari fluktuasi ekonomi.

“Ya, harga emas memang kembali naik perlahan. Kemarin sempat turun ke Rp4,1 juta, sekarang sudah mencapai Rp4,3 juta,” ujar Emilia Kontesa, pemilik Toko Emas Murni di Pasar Pariaman, kemarin (2/7).

Uniknya, jika sebelumnya tren naiknya harga emas mendorong masyarakat menjual simpanan mereka, kini justru sebaliknya. Konsumen lebih banyak membeli emas, bahkan menarik tabungan atau deposito dari bank untuk dialihkan ke bentuk emas.

“Penjualan emas di toko saya meningkat signifikan. Dalam sepekan terakhir, kami rata-rata menjual 50 hingga 100 emas per hari. Pembeli datang dari berbagai kalangan—pedagang, karyawan, ASN, bahkan perantau yang sedang pulang kampung,” tambah Emilia.

Untuk jenis perhiasan, warga umumnya membeli cincin dan gelang dengan berat mulai dari lima emas. Perhiasan jenis ini dianggap lebih padat dan bernilai. Sementara kalangan muda lebih memilih emas batangan murni sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Emilia mencatat, perbandingan antara konsumen yang membeli emas dan yang menjual kembali emas mereka saat ini adalah 80:20. Mereka yang menjual emas biasanya terdesak kebutuhan, seperti modal usaha atau biaya pendidikan anak.

Menurut Emilia, tren pembelian emas secara besar-besaran ini tidak lepas dari kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang dianggap tidak stabil.

Hal itu diamini oleh Endrianita (56), warga Kampungbaru, Pariaman. Ia mengaku menarik tabungan pendidikan anaknya untuk dibelikan emas batangan.

“Tabungan ini tadinya untuk biaya kuliah anak dua tahun lagi. Tapi saya khawatir nilai rupiah makin melemah, jadi saya alihkan ke emas saja,” ungkapnya.

Endrianita juga memilih menyimpan emas batangan tersebut dengan aman, yakni di Safe Deposit Box (SDB) milik salah satu bank. (nia)

Editor : Novitri Selvia
#harga emas #Emas Turun #Toko Emas Murni