Dari target 35 ribu pengunjung, hanya terealisasi 31.870 orang atau 91 persen saja yang datang. Namun demikian pabrikan tetap yakin penjualan di luar pameran tetap menjanjikan.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyatakan, antusiasme dari masyarakat masih tinggi di tengah berbagai tantangan GIIAS Surabaya 2025.
”Kami meyakini bahwa semangat ini akan menjadi dorongan yang sangat positif untuk capaian industri otomotif nasional,” terangnya Rabu (3/9).
Hal ini tidak lepas dari 30 merek kendaraan termasuk tujuh merek baru yang mengisi GIIAS Surabaya 2025. Banyak pula produk baru yang diperkenalkan di Kota Pahlawan tersebut.
”Keberagaman ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung,” tambah Ketua III Gaikindo Rizwan Alamsjah.
Area Business Head Auto2000 Jatim Haris Prasetya mengatakan, pihaknya belum berhasil mencapai target pada GIIAS Surabaya tahun ini. Selama lima hari pameran, hanya terjual 360 unit dari target 460 unit.
”Memang lebih rendah. Tapi sebenarnya itu tidak mencerminkan antusiasme konsumen,” tegasnya.
Kepala Wilayah Jawa Timur PT Astra International Daihatsu Sales Operation Andrianto Saudin mengatakan, akhir pekan merupakan momentum penting dalam kinerja pameran.
Bahkan, kontribusi penjualan di hari terakhir bisa mencapai 50 persen dari Surat Perintah Kerja(SPK) selama pameran.
”Masalahnya pembeli juga tak berani ke pameran karena ada kerusuhan. Akhirnya, realisasi penjualan hanya 25 persen dari target,” terangnya. (*)
Editor : Eri Mardinal