Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Barang Bekas Jadi Berkah, Hazel Handmade Padang Tembus Pasar Mancanegara

Hendra Efison • Rabu, 15 Oktober 2025 | 11:19 WIB

Hazel Handmade Padang olah barang bekas jadi kerajinan kreatif bernilai tinggi.
Hazel Handmade Padang olah barang bekas jadi kerajinan kreatif bernilai tinggi.
PADEK.JAWAPOS.COM—Dari rumah sederhana di Jl. Parak Jambu, Tunggul Hitam, tangan terampil Ade Yuliani Elza terus menorehkan karya.

Melalui merek Hazel Handmade, ia berhasil mengubah bahan bekas seperti spanduk, kardus, dan kaleng rokok menjadi produk kerajinan bernilai seni tinggi yang kini dikenal hingga ke luar negeri.

Usaha yang berdiri sejak 2018 itu berawal dari hobi membuat gantungan awan flanel. Namun berkat ketekunan dan kreativitas, Hazel Handmade kini memproduksi berbagai barang fungsional seperti bunga hias, tunjuk mengaji, celengan rumah, hingga tempat pensil dari bahan daur ulang.

“Saya memulai semuanya dari rumah dengan alat seadanya. Tapi kalau dikerjakan dengan hati dan konsisten, hasilnya pasti mengikuti,” ujar Ade saat ditemui, Rabu (15/10/2025).

Dalam sepekan, Hazel Handmade mampu memproduksi puluhan produk, mulai dari celengan tabung 3 lusin, gantungan handphone 5 lusin, hingga tempat jarum pentul 2 lusin.

Produk-produknya kini dijual di Swalayan Budiman, toko alat tulis di Air Pacah, dan beberapa sekolah TK seperti TK Telkom dan TK Al-Qilbi.

Tak hanya di pasar lokal, hasil karya Ade juga telah menembus Singapura, Australia, dan Malaysia.

“Setiap kali ada pesanan dari luar negeri, rasanya seperti mimpi. Siapa sangka, karya dari rumah kecil di Padang bisa dikenal sampai ke negara lain. Alhamdulillah, pelanggan bisa menghubungi lewat WhatsApp di 0821 3855 5368, Instagram dan Facebook @hazel_handmade, dan shopee.co.id/arjunaharraz,” ucapnya bangga.

Perkembangan Hazel Handmade tidak lepas dari dukungan Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang melalui program UMKM Naik Kelas.

Melalui program ini, Ade mendapatkan pelatihan pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga promosi produk di berbagai pameran.

“Saya bersyukur dibina oleh Dinas Koperasi dan UKM. Sekarang saya bisa memasarkan produk lewat toko online dan penjualan meningkat,” tutur Ade.

Selain berproduksi, Ade juga membuka kelas kerajinan bagi anak-anak TK dan SD. Ia menyediakan bahan dan alat sambil membimbing mereka membuat prakarya dari barang bekas.

“Saya ingin anak-anak belajar bahwa kreativitas bisa datang dari mana saja, bahkan dari limbah,” katanya.

Dengan harga produk mulai Rp5.000 hingga Rp200.000, Hazel Handmade kini menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM di Padang. Dari rumah kecil di Tunggul Hitam, Ade membuktikan bahwa kreativitas dan semangat bisa membawa karya lokal ke panggung global.(*)

Editor : Hendra Efison
#UMKM Naik Kelas #Hazel Handmade Padang #produk kreatif #Dinas Koperasi UKM Padang #kerajinan tangan daur ulang