Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Analis: Harga Emas Dunia Terus Naik dan Belum Berhenti Mencetak Rekor

Heri Sugiarto • Kamis, 16 Oktober 2025 | 07:16 WIB

Harga emas dunia terus menanjak ke level tertinggi sepanjang masa di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga dan ketegangan geopolitik global.(Foto ilustrasi: Deshkalnews)
Harga emas dunia terus menanjak ke level tertinggi sepanjang masa di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga dan ketegangan geopolitik global.(Foto ilustrasi: Deshkalnews)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas dunia mencetak rekor baru pada Rabu (15/10), setelah menembus level USD 4.200 per ounce untuk pertama kalinya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga dan kekhawatiran geopolitik yang mendorong investor beralih ke aset safe haven.

Harga spot gold USD 4.195,35 per ounce pada Kamis (16/10/2025) pukul 00.57 WIB, setelah sempat mencapai titik tertinggi sepanjang masa di USD 4.217,95.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,9 persen di level USD 4.201,60.

“Emas terus menunjukkan tren kenaikan dan belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Dengan ketegangan dagang AS–China yang kembali memanas dalam beberapa hari terakhir, investor semakin terdorong untuk melakukan diversifikasi ke emas,” ujar analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, dilansir Reuters.

Harga emas telah melonjak lebih dari 60 persen sepanjang tahun ini, dipicu oleh kombinasi faktor seperti ketegangan geopolitik, ekspektasi penurunan suku bunga, pembelian besar oleh bank sentral, tren dedolarisasi, dan arus masuk kuat ke dana ETF berbasis emas.

Razaqzada menambahkan, meski potensi koreksi jangka pendek mungkin terjadi, tren jangka panjang tetap positif.

“Dengan level USD 5.000 kini hanya berjarak sekitar USD 800, peluang emas mencapai level tersebut tetap terbuka,” ujarnya.

Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan nada dovish, menyebut pasar tenaga kerja AS masih berada dalam kondisi “lesu dengan perekrutan dan pemutusan kerja yang rendah”.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang 98 persen untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, disusul pemangkasan tambahan pada Desember yang telah sepenuhnya diperhitungkan dengan probabilitas 100 persen.

Selain faktor moneter, ketegangan perdagangan antara AS dan China turut memperkuat permintaan terhadap emas.

Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington sedang mempertimbangkan untuk mengurangi sebagian hubungan dagang dengan Beijing setelah kedua negara saling memberlakukan biaya pelabuhan baru pekan ini.

Situasi politik dalam negeri AS juga menjadi sorotan setelah penutupan sebagian pemerintahan federal yang menghentikan publikasi data ekonomi resmi sehingga menambah ketidakpastian pasar.

Selain emas, harga perak ikut menguat 2,3 persen menjadi USD 52,64 per ounce, mendekati rekor hari sebelumnya di USD 53,60.

Menurut Michael Brown, analis senior di Pepperstone, lonjakan perak didorong oleh pasokan ketat di London, namun kenaikan tersebut dapat berbalik jika pasokan membaik.

Sementara itu, harga platinum naik 0,6 persen menjadi USD 1.647,55 per ounce, sedangkan palladium turun 0,2 persen ke USD 1.523,66.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#harga emas #ketegangan geopolitik #pemangkasan suku bunga #emas dunia #kenaikan harga emas #harga emas hari ini