Salah satunya melalui tren kopi keliling, yang kini ramai dijumpai dengan berbagai moda transportasi seperti motor, becak motor (bentor), dan sepeda listrik.
Salah satu pelaku usaha, Ridho Prazela (21), menyebutkan bahwa bisnis kopi keliling yang dijalankannya telah beroperasi sejak 2023. Dalam sehari, ia mampu menjual antara 150 hingga 200 cup kopi.
“Dalam gerobak ini saya bisa angkut 200 cup. Kalau ramai, bisa habis semua. Rata-rata 180 cup per hari,” ujarnya saat ditemui, Senin (27/10/2025).
Ridho mengungkapkan modal awal usahanya mencapai Rp20 juta, digunakan untuk membuat motor kustom dan gerobak keliling.
Dengan strategi penjualan langsung ke konsumen di lokasi ramai, seperti kawasan perkantoran dan kampus, usahanya berkembang pesat.
Tren usaha kopi keliling dinilai menjadi contoh adaptasi UMKM terhadap perubahan gaya hidup masyarakat urban yang mencari kepraktisan dan interaksi langsung dengan penjual. (M Reza Bayu Permana/CR2)
Editor : Hendra Efison