Di balik gerobak itu berdiri RB (30), anak muda yang membawa ide sederhana namun penuh makna: menjual nasi bungkus keliling dengan harga terjangkau.
“Pangling ini baru buka dua minggu yang lalu,” ujarnya sambil menata panci berisi lauk pauk di atas meja kecil gerobaknya, Jumat siang (31/10/2025).
Usaha ini ia jalankan sejak pagi. Dengan satu gerobak sederhana dan bantuan beberapa rekan, RB berharap bisa memperluas usahanya ke berbagai sudut Kota Padang.
“Kami baru punya satu gerobak karena ini baru dua minggu jalan. Harapannya nanti bisa punya beberapa gerobak lagi,” katanya penuh optimisme.
Di balik kesederhanaan gerobak keliling itu, ada perjuangan nyata. Modal terbatas, harga bahan pokok yang terus naik, hingga peralatan yang masih seadanya, membuat mereka harus berpikir kreatif agar bisa tetap bertahan. Namun, semangat muda mereka tak pernah surut.
“Kalau kopi keliling sudah banyak, sekarang kami hadirkan versi nasi bungkus keliling — atau Padang Keliling,” tambah RB sambil tersenyum.
Membidik Pasar Kuliner Cepat Saji
Pasar kuliner Kota Padang dikenal dinamis, membuat banyak pelaku muda harus terus berinovasi agar bisa bertahan.
RB dan kawan-kawan mematok harga Rp15.000 hingga Rp22.000 per bungkus, menyasar mahasiswa, pekerja muda, dan masyarakat yang membutuhkan makan cepat dengan rasa rumahan.
Setiap menu diolah dengan bumbu khas Minang hasil racikan keluarga. Meski dijajakan keliling, cita rasa tetap menjadi prioritas utama.
“Semua bumbu kami masak sendiri. Bukan cuma soal jualan, tapi juga mempertahankan rasa masakan rumah,” ujarnya.
Baca Juga: Peternak di Limau Manis Raup Hasil dari 100 Itik Petelur, Harapkan Dukungan Pemerintah
Kini, gerobak “Pangling” mulai dikenal di beberapa titik di Kota Padang. Bagi banyak orang, kehadirannya bukan hanya menawarkan kelezatan nasi bungkus, tetapi juga menghadirkan semangat baru — bahwa wirausaha bisa lahir dari ide sederhana dan dijalankan dengan kerja keras.
Dari dapur rumahan hingga keliling kota, Pangling: Padang Keliling menjadi simbol bagaimana kreativitas anak muda bisa menghadirkan perubahan nyata di tengah kerasnya dunia usaha.(cr5)
Editor : Hendra Efison