Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pasar Raya Padang Kian Sepi, Pedagang Tertekan Gempuran Belanja Online

Muhammad Reza Bayu Permana • Selasa, 11 November 2025 | 11:31 WIB

Terlihat lengangnya pembeli di toko Pasar Raya Padang, Senin (10/11/2025). (Foto: M Reza BP/Padeks)
Terlihat lengangnya pembeli di toko Pasar Raya Padang, Senin (10/11/2025). (Foto: M Reza BP/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Pusat perdagangan tradisional terbesar di Sumatera Barat, Pasar Raya Padang, menghadapi tantangan berat akibat menurunnya jumlah pengunjung dan pembeli.

Fenomena ini makin terasa sejak pandemi COVID-19, yang mengubah kebiasaan masyarakat menuju pola belanja digital.

Para pedagang menilai penurunan transaksi telah berlangsung lebih dari lima tahun terakhir dan semakin tajam pasca-pandemi.

Peralihan konsumen ke platform e-commerce membuat perputaran uang di pasar tradisional menurun signifikan.

“Sejak Covid, masyarakat sudah terbiasa beli online. Kami di sini benar-benar sepi. Lihat saja, jam segini toko saya hanya didatangi beberapa orang,” ujar Demis (45), pedagang tekstil yang telah 25 tahun berjualan di Pasar Raya, saat ditemui Senin (10/11/2025).

Selain perubahan perilaku konsumen, lemahnya daya beli masyarakat turut memperburuk kondisi.

Menurut Demis, banyak pelanggan kini lebih selektif dalam berbelanja kebutuhan sandang karena keterbatasan ekonomi.

“Kalau dulu satu keluarga bisa beli beberapa potong baju, sekarang hanya satu atau dua saja, atau bahkan pilih yang lebih murah di aplikasi daring,” ungkapnya.

Kondisi tersebut mencerminkan kesulitan yang dialami pedagang di hampir seluruh blok Pasar Raya.

Banyak kios tampak lengang, sementara sebagian pedagang memilih menutup usaha karena tak mampu bersaing dengan harga murah di platform digital.

Sejumlah pedagang mulai mencoba sistem penjualan daring untuk memperluas jangkauan pasar.

Namun, keterbatasan modal dan literasi digital menjadi hambatan utama bagi pelaku usaha mikro di lingkungan pasar tradisional ini.

Para pedagang berharap adanya dukungan pemerintah daerah melalui program revitalisasi yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan kapasitas digital.

Langkah tersebut dinilai penting agar Pasar Raya Padang dapat kembali berdaya saing dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat seperti semula.(CR2)

Editor : Hendra Efison
#belanja online #digitalisasi pasar #pasar raya padang #Pedagang Tradisional