Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemenperin Inisiasi Adopsi Teknologi dari Mitra Global

Eri Mardinal • Selasa, 9 Desember 2025 | 09:16 WIB

 

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza (tengah) melihat fasilitas produksi milik Tenova S.p.A di Castellanza, Italia.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza (tengah) melihat fasilitas produksi milik Tenova S.p.A di Castellanza, Italia.
PADEK.JAWAPOS.COM–Upaya memperkuat pengembangan teknologi industri logam nasional diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan mitra global. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengunjungi fasilitas produksi Tenova S.p.A di Castellanza, Italia, akhir pekan lalu untuk melihat perkembangan teknologi tersebut.

”Saya berkesempatan berdiskusi dengan Tenova S.p.A, sebuah perusahaan teknologi industri global yang menjadi pemain kunci pada hampir seluruh rantai proses industri metalurgi, mulai dari pengolahan bahan mentah, instalasi reduksi, electric arc furnace, submerged arc furnace, hingga berbagai teknologi downstream seperti heat treatment furnace, strip processing line, dan cold rolling mill,” ujar Faisol di Jakarta, kemarin (8/12).

Perusahaan tersebut juga menyediakan teknologi untuk industri pertambangan, mulai dari material handling, peralatan pemrosesan mineral, hingga solusi untuk operasi tambang besar. Perusahaan tersebut telah menjadi mitra Indonesia di sektor logam maupun pertambangan, termasuk melalui kerja sama dengan Freeport dan Tata Metal. ”Saya mengajak Tenova dapat menjadi mitra strategis di bidang logam melalui pengembangan riset, inovasi dan roadmap dalam penguatan hilirisasi industri logam, efisiensi energi, dan pengurangan emisi termasuk pengembangan komponen industri pertahanan nasional,” ujarnya.

Faisol menegaskan bahwa arah pembangunan industri nasional tidak hanya bertumpu pada skala, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan. ”Indonesia tidak hanya ingin membangun industri yang besar, tetapi industri yang maju, hijau, dan berdaya saing global,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO Tenova Roberto Pancaldi menyampaikan apresiasi dan menyambut baik peluang peningkatan kerja sama dengan Indonesia. ”Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Tenova berharap pemerintah Indonesia terus mendukung upaya kolaboratif kami bersama Tata Metal Lestari untuk mendorong terciptanya baja yang lebih ramah lingkungan sesuai misi keberlanjutan kami,” ujar Pancaldi. (*)


 

Editor : Eri Mardinal
#Tenova #Teknologi Industri #industri logam #kemenperin