Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut hubungan Jakarta–Moskow tidak hanya sekadar kerja sama politik.
”Saat ini menjadi kolaborasi konkret di sektor industri, perdagangan, teknologi, dan pendidikan. Indonesia dan Federasi Rusia telah membangun hubungan jangka panjang yang dilandasi saling menghormati dan dialog konstruktif,” ujarnya di Jakarta kemarin (10/11).
Agus menilai forum bisnis di Moskow memperkuat komunikasi industri kedua negara sekaligus menyelaraskan agenda strategis sepanjang 2025. Apalagi ada rencana kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Jakarta yang bakal memperluas peluang kerja sama industri, perdagangan, dan investasi.
Dari sisi ekonomi, total perdagangan bilateral nonmigas 2024 mencapai USD 3,9 miliar, naik 18,69 persen dibanding 2020. Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan menembus USD 4,04 miliar. Investasi Rusia juga stabil di USD 262,7 juta. ”Tren itu menjadi indikasi kuat bahwa potensi kolaborasi industri masih sangat luas,” tuturnya.
Salah satu capaian penting Business Matching di Moscow adalah penandatanganan MoU antara Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan dua lembaga Rusia. Yakni Association of Industrial Parks of Russia (AIP) dan Foreign Trade Centre (FTC). Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan kawasan industri, pertukaran informasi investasi, peningkatan kapasitas pengelolaan zona industri, hingga penjajakan proyek co-development.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menyatakan, pihaknya siap menjadi katalisator masuknya investor Rusia ke ekosistem industri RI. ”Kawasan industri siap menjadi tuan rumah bagi investasi strategis Rusia. Kami pastikan proses berjalan efisien dan saling menguntungkan,” ujarnya.
HKI menilai kerja sama dengan Rusia membuka peluang diversifikasi ekspor, transfer teknologi, penguatan maritim, hingga pariwisata. Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country Innoprom 2026 diharapkan menjadi momentum penting mendorong investasi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya energi, pertambangan, dan infrastruktur. (*)
Editor : Eri Mardinal