Jaga Kelestarian Tradisi Minangkabau, Museum Adityawarman dan DPRD Sumbar Gelar Bimtek


PADEK.JAWAPOS.COM—Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Adityawarman menyelenggarakan program Bimbingan Teknis (Bimtek) pelestarian adat dan budaya Minangkabau selama tiga hari di Hotel Rocky Padang. Program yang berlangsung pada 12-14 Mei 2026 ini melibatkan 300 peserta dari berbagai kalangan masyarakat Kota Padang.
Kepala Museum Adityawarman, Dr. Tuti Alawiyah, SE, S.Pd.I, MA, yang mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Syaiful Bahri, S.P, M.M, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh urgensi memperkuat peran strategis tokoh adat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
"Tokoh adat memiliki fungsi vital sebagai penjaga wilayah, norma, dan tatanan adat yang diwariskan secara turun-temurun," ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Menurut Tuti, di tengah perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi, keberadaan tokoh adat sangat dibutuhkan dalam menjaga identitas budaya dan memperkuat karakter masyarakat, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.
Program Bimtek ini diharapkan dapat membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya tokoh adat dalam menjaga kelestarian adat Minangkabau serta memperkuat sinergitas antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat.
Tuti Alawiyah menyampaikan terima kasih kepada Gustami Hidayat atas inisiatifnya. "Ini sudah kolaborasi kami yang kedua tahun. Mudah-mudahan terus berlanjut untuk tahun berikutnya karena kami merasa sangat terbantu dengan adanya Pokir ini," ucapnya.
Program yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD Museum Adityawarman ini merupakan realisasi dari Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Gustami Hidayat, sebagai bentuk perhatian terhadap kelestarian adat dan kebudayaan masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan dalam tiga angkatan dengan masing-masing angkatan diikuti 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Angkatan pertama yang berlangsung pada 12 Mei mengangkat tema "Pemantapan Adat Budaya Minangkabau untuk Generasi Muda" dengan menghadirkan para Bundo Kanduang. Angkatan kedua pada 13 Mei fokus pada "Peserta Generasi Muda Minangkabau", sedangkan angkatan ketiga pada 14 Mei membahas "Peran Tokoh Adat dalam Menjaga Budaya Minang" yang diikuti tokoh-tokoh adat Minangkabau.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Gustami Hidayat, S.Pt., M.P, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. "Hari pertama kita menghadirkan Bundo Kanduang untuk membahas peran mereka dalam menjaga adat Minangkabau. Bundo Kanduang adalah tiang penyangga 'limpaleh rumah nan gadang', sehingga peran mereka bukan hanya sebagai ibu, tetapi juga penjaga marwah adat Minangkabau di rumah tangga dan lingkungan," katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




