Sutrisno, 43, petugas loket ALS Terminal Simpangempat mengatakan jumlah penumpang selama libur Nataru tahun ini menurun hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut terjadi sejak masa libur akhir tahun.
”Kalau dibandingkan Nataru tahun lalu, tahun ini penumpang menurun hampir separuh. Biasanya kalau akhir tahun seperti ini kita sampai menolak penumpang karena sudah penuh kursinya, sekarang beberapa ada kursi yang kosong ketika berangkat,” ujar Sutrisno.
Menurut Sutrisno, salah satu faktor utama penurunan jumlah penumpang adalah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kondisi tersebut membuat masyarakat menunda perjalanan jarak jauh.
”Banyak langganan kita orang daerah Sumut yang bekerja di sini tidak liburan karena ada beberapa daerah di sana yang longsor akibat bencana. Jadi mereka mungkin memilih tidak bepergian dulu,” katanya.
Sutrisno menjelaskan, dari sejumlah rute yang tersedia saat ini, Kota Medan masih menjadi rute yang paling banyak diminati penumpang dibandingkan rute lainnya. Pada masa libur Nataru terjadinya penyesuaian harga tiket, untuk tujuan Kota Medan harga tiket sebelumnya dijual Rp 250.000 per tiket, kini dijual seharga Rp 285.000 per tiket.
”Harga tiket sekarang naik Rp 35 ribu. Kenaikan ini khusus masa libur Nataru berlaku sampai 10 Januari,” terangnya.
Selain itu, bencana alam juga berdampak langsung pada rute perjalanan bus yang biasanya melalui jalur Talu-Rimbo Panti terpaksa dialihkan akibat kondisi jalan yang tidak memungkinkan.
”Sekarang bus lewat via Malampah-Kumpulan, ya menambah biaya karena jalurnya lebih jauh dan waktu tempuhnya juga tentu lebih lama,” jelasnya.
Perubahan rute tersebut turut berdampak pada meningkatnya biaya operasional perusahaan. Konsumsi bahan bakar bertambah, serta kebutuhan perawatan armada menjadi lebih besar dibandingkan rute normal.
”Kita mengutamakan keselamatan penumpang meski harus menanggung biaya lebih besar,” ungkap Sutrisno.
Ia berharap kondisi alam segera membaik, sehingga arus penumpang kembali normal. Seorang penumpang tujuan Medan, Fernando Alfredo, 25 mengatakan, jumlah penumpang tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
”Kalau libur panjang seperti ini pesan tiket mendadak tidak akan dapat, ini saya dapat baru mesan dua hari yang lalu,” pungkasnya. (*)
Editor : Eri Mardinal