Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dolar Menguat, Emas Turun, Bursa Global Rebound Usai Trump Cabut Ancaman Tarif

Heri Sugiarto • Kamis, 22 Januari 2026 | 08:42 WIB

Presiden Donald Trump berbicara pada pertemuan tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Rabu, 21 Januari 2026.(Foto: Instagram @whitehouse)
Presiden Donald Trump berbicara pada pertemuan tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Rabu, 21 Januari 2026.(Foto: Instagram @whitehouse)
PADEK.JAWAPOS.COM-Dolar menguat, harga emas melemah, dan pasar saham global kembali bangkit pada Rabu (21/1/2026), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencabut ancaman tarif serta menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan untuk mengambil Greenland dari sekutu.

Pernyataan tersebut langsung meredakan ketegangan yang sempat menekan pasar pada awal pekan.

Trump menegaskan bahwa dia tidak akan menggunakan tindakan agresif terkait isu Greenland. “Saya tidak akan melakukan itu. Oke? Sekarang semua orang bilang ‘oh, bagus’—itu mungkin pernyataan terbesar yang saya buat karena orang mengira saya akan menggunakan kekuatan. Saya tidak perlu menggunakan kekuatan, saya tidak ingin menggunakan kekuatan, saya tidak akan menggunakan kekuatan,” ujarnya.

Wall Street dan Pasar Asia Menguat

Respons positif pasar langsung terlihat. S&P 500 ditutup menguat 1,16 persen, menjadi kenaikan terbesar dalam dua bulan terakhir. Sementara itu, futures Eropa naik 1,3 persen pada sesi pagi di Asia.

Penguatan dolar menekan euro hingga berada di bawah USD 1,17, tepatnya USD 1,1676. Harga emas anjlok sekitar USD 100 per ons dari rekor USD 4.887 menjadi USD 4.790.

Indeks saham Australia dan Jepang masing-masing naik sekitar 1 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan untuk pertama kalinya menembus 5.000 poin.

Direktur Penjualan Institusional Argonaut, Damian Rooney, mengatakan fenomena “TACO” atau Trump Always Chickens Out kembali terbukti. ‘TACO’, sebagaimana mereka menyebutnya, memang nyata,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.

Investor Tetap Berhati-Hati

Meski demikian, investor belum sepenuhnya melepas aset-aset aman. Trump menyebut kemungkinan adanya kesepakatan baru dengan sekutu NATO mengenai Greenland yang dapat memenuhi keinginannya terkait sistem pertahanan rudal dan akses mineral kritis, tetapi ia tidak merinci rencana tersebut.

Rutte mengatakan kepada Fox News bahwa isu apakah Greenland akan tetap bersama Denmark tidak muncul dalam pembahasannya dengan Trump.

Rooney menuturkan bahwa sentimen terhadap emas masih bertahan. Selama satu setengah tahun terakhir, menjadi investor emas itu sangat menyenangkan, dan dengan emas Anda tidak boleh membuang semuanya sekaligus karena Trump tidak bisa menahan diri untuk melakukan atau mengatakan hal-hal gila, apakah dia akan melaksanakannya atau tidak,” katanya.

Data Ketenagakerjaan Dongkrak Dolar Australia

Dolar Australia juga menyentuh level tertinggi 15 bulan terhadap dolar AS di USD 0,6786 setelah data tenaga kerja menunjukkan peningkatan perekrutan dan penurunan signifikan tingkat pengangguran.

Di Amerika Serikat, data inflasi inti PCE akan dirilis pada Kamis malam. Pasar telah memperkirakan dua pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed tahun ini.

Selain itu, laporan keuangan dari Intel, General Electric, Freeport McMoRan, dan Procter & Gamble juga dijadwalkan rilis hari ini.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#bursa dunia #pasar asia #dolar menguat #Emas melemah #Tarif Trump #Trump Greenland