Laporan: Two Efly, Tambun Ijuk
Beratnya kondisi makroekonomi pada tahun 2025 masih mampu disiasati dengan baik oleh manajemen PT BPR Majo Lelo Sati (MLS) Tambun Ijuk. Di tengah perlambatan kinerja industri keuangan, BPR ini tetap mencatatkan pertumbuhan usaha, mulai dari capaian aset, penyaluran kredit, dana pihak ketiga, hingga perolehan laba.
“Alhamdulillah, tahun 2025 memang relatif lebih berat dibandingkan tahun 2024. Berkat kerja keras tim, kami masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha. Total aset sebesar Rp39,64 miliar, realisasi kredit Rp27,46 miliar, dana pihak ketiga Rp30,79 miliar, dan laba bersih usaha Rp648 juta atau tumbuh 15,71 persen secara year on year. Sementara itu, kualitas aktiva produktif juga relatif baik seiring membaiknya kualitas kredit dan pengendalian biaya,” ujar Direktur Utama PT BPR Majo Lelo Sati Tambun Ijuk, Chandra Icwan, yang didampingi Direktur Mendra kepada Padang Ekspres, Minggu (22/2/2026).
Menurut Chandra Icwan, pertumbuhan kinerja BPR secara agregat dua digit tidak terlepas dari kerja keras dan kerja cerdas tim. Sejumlah rencana strategis yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) dapat berjalan dengan baik sehingga bermuara pada pertumbuhan usaha dan peningkatan kualitas aktiva produktif.
Aset dan Dana
Dari audit yang dilakukan pada akhir tahun 2025, tercatat total aset PT BPR Majo Lelo Sati Tambun Ijuk sebesar Rp39,64 miliar. Capaian aset ini tumbuh 22,80 persen secara year on year dan melampaui target yang dituangkan dalam RBB.
Pertumbuhan aset yang signifikan tersebut dikontribusikan oleh membaiknya kinerja kredit dan dana pihak ketiga. Per 31 Desember 2025, total dana pihak ketiga tercatat Rp30,79 miliar atau tumbuh 21,79 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya mencatatkan pertumbuhan. Total dana tabungan yang dihimpun selama tahun 2025 sebesar Rp18,79 miliar atau tumbuh 16,20 persen secara year on year. Sementara itu, dana deposito terhimpun sebesar Rp12 miliar atau tumbuh 31,72 persen dibandingkan tahun 2024.
Seiring pertumbuhan dana pihak ketiga, beban bunga justru mengalami penurunan. Beban bunga kontraktual turun dari Rp831 juta pada tahun 2024 menjadi Rp830 juta pada tahun 2025.
Kredit dan Pendapatan
Kinerja kredit PT BPR Majo Lelo Sati Tambun Ijuk pada tahun 2025 juga mencatatkan pertumbuhan. Total kredit yang disalurkan selama tahun 2025 sebesar Rp27,46 miliar atau tumbuh 8,92 persen secara year on year.
Pertumbuhan kredit berdampak pada peningkatan pendapatan. Pendapatan bunga yang dibukukan selama tahun 2025 tercatat Rp5,10 miliar atau tumbuh 5,80 persen secara year on year. Sementara itu, pendapatan lainnya tercapai Rp579 juta atau tumbuh 48,46 persen secara year on year.
“Total pendapatan operasional yang mampu kami bukukan selama tahun 2025 sebesar Rp5,69 miliar atau tumbuh 9,21 persen secara year on year,” ujar Chandra Icwan.
NPL, BOPO, dan Laba
Membaiknya kinerja aset diimbangi dengan peningkatan kualitas aktiva produktif. Beberapa indikator menunjukkan kondisi yang relatif baik, antara lain rasio kredit bermasalah (NPL) yang mampu ditekan hingga 1,03 persen.
Pengelolaan biaya juga berjalan efektif. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tetap terkendali pada angka 86,09 persen.
“Aset yang tumbuh, kredit yang meningkat, serta biaya yang terkendali bermuara pada capaian laba. Laba bersih usaha berhasil dibukukan sebesar Rp648 juta atau tumbuh 15,71 persen secara year on year,” ujar Chandra Icwan.
Sementara itu, dua orang pemegang saham PT BPR MLS Tambun Ijuk, Hari Ichlas Majo Lelo dan Hasril Chaniago, mengapresiasi capaian manajemen PT BPR MLS Tambun Ijuk yang masih mampu menorehkan kinerja bagus.
“Mewakili pemegang saham, kami mengapresiasi capaian kinerja tahun 2025. Kami berharap capaian seperti ini dapat ditingkatkan di masa yang akan datang,” ujar Hari Ichlas Majo Lelo dan Hasril Chaniago.
Berdasarkan data yang dihimpun Padang Ekspres, PT BPR Majo Lelo Sati Tambun Ijuk merupakan salah satu BPR yang beroperasi di Kabupaten Limapuluh Kota.
Dalam beberapa tahun terakhir, BPR yang kepemilikannya didominasi oleh pengusaha Minang, Hari Ichlas Majo Lelo, ini konsisten mencatatkan pertumbuhan usaha yang baik. Sejumlah apresiasi juga pernah diraih, di antaranya Infobank Award dan Top 100 The Best Finance dari Majalah Finance. (***)
Editor : Hendra Efison