Hal itu disampaikan saat ia bertemu langsung dengan manajemen dan ratusan karyawan dalam kunjungan resmi ke lingkungan pabrik, akhir pekan lalu.
Dony menyebut kunjungan tersebut menjadi pertemuan pertamanya dengan seluruh karyawan Semen Padang.
Ia menegaskan transformasi nasional yang sedang dijalankan pemerintah harus dirasakan hingga ke tingkat perusahaan, termasuk Semen Padang.
“Transformasi ini tentu harus sampai kepada level perusahaan. Kita ingin perubahan yang fundamental, bukan lagi di level artificial,” ujarnya.
Menurut Dony, arah pembangunan di bawah Presiden Prabowo saat ini difokuskan pada pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, BUMN, termasuk Semen Padang, diminta mengambil peran strategis dalam agenda tersebut.
Dalam arahannya, Dony juga menyinggung kondisi ekonomi Sumatera Barat. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi daerah yang berada pada kisaran 3,3–3,5 persen dinilai tertinggal dibanding provinsi lain, sementara inflasi mencapai sekitar 6 persen.
“Itu artinya terjadi pemiskinan terstruktur setiap tahun. Pendapatan naik tiga persen, tapi biaya hidup naik enam persen,” katanya.
Dony menilai Semen Padang memiliki peran penting sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Ia menyebut sejumlah provinsi seperti Jambi dan Riau kini mencatat capaian PDRB lebih tinggi dibanding Sumatera Barat, yang dahulu menjadi rujukan pendidikan dan ekonomi di Sumatera.
Selain ekonomi, ia juga menyoroti persoalan sosial yang menurutnya memerlukan perhatian bersama, seperti penyebaran narkoba dan menurunnya kualitas lingkungan.
Dony menyampaikan kritik tersebut sebagai ajakan untuk melakukan refleksi dan perbaikan. “Mau jadi apa Sumatera Barat ini? Ini kegalauan saya yang lama saya tahan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Dony turut meminta pembenahan sejumlah fasilitas perusahaan. Ia menegaskan bahwa Semen Padang harus kembali menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.
“Saya tidak mau lagi melihat rumah tidak terurus, GOR berantakan. Orang datang ke sini harus bangga menjadi bagian dari Semen Padang,” katanya.
Ia meminta manajemen bekerja dengan hati dan profesionalisme agar perusahaan tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kerjalah dengan hati. Kerja untuk sesuatu yang bisa kita wariskan dalam kondisi baik,” ujarnya.
Menutup arahannya, Dony menyampaikan bahwa kebangkitan Semen Padang merupakan bagian dari kebangkitan Sumatera Barat. Ia berharap perusahaan dapat memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan daerah.(*)
Editor : Heri Sugiarto