Laporan: Two Efly, Padangpariaman
Tahun 2025 merupakan tahun terbaik bagi manajemen PT BPR VII Koto. Selain mampu menorehkan pertumbuhan usaha dua digit, manajemen juga berhasil melampaui target usaha yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Seluruh indikator usaha bertumbuh dua digit, terutama laba bersih usaha. Sementara itu, kualitas aktiva produktif juga terpantau semakin membaik.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim dan dukungan besar dari seluruh pemangku kepentingan, kami mampu mencatatkan pertumbuhan yang baik pada tahun 2025. Total aset tumbuh 26,96 persen menjadi Rp29,76 miliar. Realisasi kredit mencapai Rp24,20 miliar, dana pihak ketiga sebesar Rp16,06 miliar, dan laba bersih usaha tercatat Rp949 juta atau tumbuh 96,48 persen secara year on year. Kualitas aktiva produktif juga membaik seiring menurunnya rasio NPL dan BOPO. Semoga pencapaian ini dapat kami pertahankan pada tahun 2026,” ujar Direktur Utama PT BPR VII Koto Tri Joni Putra yang didampingi Direktur Yuliardi kepada Padang Ekspres, Selasa (24/2/2026).
Menurut Tri Joni Putra, keberhasilan manajemen mencatatkan kinerja dua digit tidak terlepas dari kerja keras tim. Selain itu, sejumlah langkah strategis yang disiapkan pada awal tahun 2025 dapat berjalan dengan baik sehingga bermuara pada peningkatan kinerja aset, kredit, dana pihak ketiga, dan laba bersih usaha.
Aset dan Dana
Dari audit yang dilakukan pada akhir tahun 2025, tercatat total aset PT BPR VII Koto sebesar Rp29,76 miliar. Realisasi aset ini tumbuh 26,96 persen secara year on year dan mampu melampaui target yang telah dituangkan dalam RBB.
Membaiknya kinerja aset turut dikontribusikan oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga. Hingga akhir tahun 2025, total dana pihak ketiga tercatat Rp16,06 miliar atau tumbuh 11,60 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya tumbuh dua digit. Total dana tabungan yang berhasil dihimpun tercatat Rp10,81 miliar atau tumbuh 10,75 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, dana deposito terhimpun sebesar Rp5,25 miliar atau tumbuh 13,39 persen secara year on year.
Peningkatan dana tersebut sejalan dengan kenaikan beban bunga. Beban bunga kontraktual per 31 Desember 2025 tercatat Rp862 juta atau tumbuh 65,13 persen secara year on year. “Pertumbuhan beban bunga ini masih jauh di bawah pertumbuhan laba,” ujar Tri Joni Putra.
Kredit dan Pendapatan
Sepanjang tahun 2025, manajemen BPR VII Koto lebih agresif di pasar kredit. Hingga akhir tahun 2025, total kredit yang dibukukan mencapai Rp24,20 miliar. Capaian ini tumbuh 28,11 persen secara year on year dan melampaui target kredit dalam RBB.
Peningkatan penyaluran kredit berdampak positif pada pendapatan. Pendapatan bunga yang dibukukan tercatat Rp5,50 miliar atau tumbuh 49,45 persen secara year on year. Sementara itu, pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp115 juta.
“Total pendapatan operasional yang berhasil kami bukukan mencapai Rp5,62 miliar atau tumbuh 47,89 persen secara year on year,” ujar Tri Joni Putra.
NPL, BOPO, dan Laba
Selain mencatatkan pertumbuhan usaha yang progresif, manajemen PT BPR VII Koto pada tahun 2025 juga berhasil meningkatkan kualitas aktiva produktif. Kredit bermasalah (NPL) mampu ditekan hingga 1,93 persen.
Pengendalian biaya juga menunjukkan hasil positif. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil ditekan hingga 80,31 persen. Capaian ini tergolong baik untuk lembaga keuangan sekelas BPR.
“Aset yang tumbuh, kredit yang meningkat, biaya yang terkendali, serta kualitas kredit yang baik bermuara pada peningkatan laba. Laba bersih usaha yang dibukukan selama tahun 2025 tercatat Rp949 juta atau tumbuh 96,48 persen secara year on year dan melampaui target RBB,” ujar Tri Joni Putra.
Berdasarkan data yang dihimpun Padang Ekspres, PT BPR VII Koto merupakan salah satu BPR yang beroperasi di Kabupaten Padangpariaman.
Lima tahun lalu, tepatnya di akhir tahun 2020, BPR ini melakukan aksi korporasi melalui merger. Pada awal merger sempat terjadi penyesuaian usaha, namun dalam waktu relatif singkat berhasil bangkit dan mencatatkan lompatan kinerja.
“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan pemangku kepentingan. Semoga pada tahun 2026 kami dapat mengulangi prestasi yang sama,” tutup Tri Joni Putra. (***)
Editor : Hendra Efison