Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pahami Instrumen sebelum Mulai Investasi

N
Penulis: Novitri Selvia❯
Direktur Keuangan Padang Ekspres, Yossi Ariesta (kanan) saat menjadi narasumber pada program KABAPADEK Sore yang dipandu Febi Tri Lianti (kiri) di Graha Pena. Lubukbuaya, Rabu (13/5). (DOK PADEK)
Direktur Keuangan Padang Ekspres, Yossi Ariesta (kanan) saat menjadi narasumber pada program KABAPADEK Sore yang dipandu Febi Tri Lianti (kiri) di Graha Pena. Lubukbuaya, Rabu (13/5). (DOK PADEK)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Program KABAPADEK Sore pada Rabu (13/5) menghadirkan Direktur Keuangan Padang Ekspres, Yossi Ariesta, sebagai narasumber utama. Dalam program yang dipandu host Febi Tri Lianti tersebut, pembahasan difokuskan pada pentingnya manajemen investasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan di tengah perkembangan ekonomi saat ini.

Dalam diskusi tersebut, Yossi Ariesta menegaskan bahwa langkah paling mendasar sebelum seseorang memutuskan untuk berinvestasi adalah memahami instrumen investasi yang dipilih.

Menurutnya, investasi merupakan upaya mengelola aset keuangan untuk memperoleh keuntungan di masa depan. Namun, keputusan investasi tidak boleh dilakukan tanpa pemahaman yang cukup karena dapat menimbulkan risiko kerugian.

Advertisement

“Hal pertama yang harus dipahami adalah jenis investasinya. Jangan sampai berinvestasi pada sesuatu yang tidak kita mengerti,” ujar Yossi.

Ia menjelaskan bahwa setiap orang juga perlu memahami kemampuan finansial yang dimiliki sebelum menentukan jenis investasi yang akan dipilih. Dengan mengetahui kondisi keuangan pribadi, seseorang dapat menyesuaikan instrumen investasi yang tepat dan sesuai kemampuan.

Yossi menekankan bahwa investasi idealnya menggunakan “uang dingin”, yakni dana yang memang tidak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari ataupun kebutuhan mendesak lainnya.

Advertisement

“Investasi biasanya menggunakan uang dingin, yakni dana yang tidak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Selain itu, Yossi juga menyoroti pentingnya pengelolaan kebutuhan sebelum seseorang mulai berinvestasi. Menurutnya, masyarakat harus mampu menyusun skala prioritas keuangan agar kondisi finansial tetap sehat.

Ia menyarankan agar kebutuhan primer seperti pangan, tempat tinggal, pendidikan, dan kebutuhan utama lainnya dipenuhi terlebih dahulu sebelum memikirkan kebutuhan sekunder maupun tersier.

“Kalau kebutuhan utama sudah terpenuhi, barulah seseorang bisa memikirkan investasi ataupun kebutuhan luxury,” ujarnya.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Seven Summits Sumbar jadi Perjalanan Parenting Inspiratif

Seven Summits Sumbar jadi Perjalanan Parenting Inspiratif

Program KABA PADEK Sore edisi­ Senin (29/6) menghadirkan wartawan senior, Two Efly, sebagai narasumber.

Demonstrasi Harus Murni, Bukan Alat Kepentingan Kelompok

Demonstrasi Harus Murni, Bukan Alat Kepentingan Kelompok

Direktur Utama Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi menyoroti dugaan pengondisian aksi mahasiswa berbayar dalam Program KABA PADEK Sore.

Adaptif di Era Digital tanpa Abaikan Akurasi Berita

Adaptif di Era Digital tanpa Abaikan Akurasi Berita

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola kerja industri media massa. Di tengah derasnya arus informasi,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer