Gangguan ini terjadi setelah sejumlah maskapai membatalkan penerbangan akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta aksi balasan dari Teheran, menurut tiga sumber industri logam yang dikutip Reuters.
Dubai merupakan salah satu hub perdagangan emas terbesar di dunia dan menjadi pemasok utama untuk Switzerland, Hong Kong, dan India yang merupakan konsumen emas terbesar secara global.
Perdagangan emas fisik sangat mengandalkan transportasi udara karena pertimbangan keamanan dan asuransi terkait nilai emas yang tinggi dibanding bobotnya.
Salah satu sumber industri mengatakan bahwa sebagian besar maskapai telah menghentikan operasional penerbangan ke wilayah terkait.
“Sepertinya sebagian besar, jika tidak semua, maskapai telah membatalkan penerbangan. Jadi tidak akan ada pergerakan emas selama beberapa hari,” ujarnya.
Menurut Reuters, ketiga sumber yang mengetahui situasi ini menolak disebutkan namanya karena tidak memiliki kewenangan untuk memberikan pernyataan kepada media.
Dampak terhadap pasokan emas global akan ditentukan oleh durasi gangguan penerbangan. Selama arus fisik terhenti, pergerakan harga diperkirakan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar dan arus keuangan di bursa internasional.
Harga spot emas pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu tercatat naik 1,7 persen menjadi US$5.277 per troy ounce, level tertinggi sejak 30 Januari.
Banyak analis memproyeksikan aliran pembelian aset aman (safe haven) akan meningkat ketika pasar dibuka pada Senin (2/3/2026), terutama setelah eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Sebagai catatan, harga emas mencapai rekor tertinggi di US$5.594,82 pada 29 Januari.
Sumber lain di industri logam mulia menyebutkan bahwa aktivitas pasar pada Senin ini kemungkinan besar akan didominasi oleh arus transaksi keuangan di pusat-pusat perdagangan utama seperti Shanghai, London dan New York.
Seorang pedagang logam mulia menegaskan bahwa pusat perdagangan utama — termasuk China, India, New York, London, dan Zurich — masih beroperasi normal.
Dengan perdagangan fisik yang tertahan sementara dan pasar global berfokus pada perkembangan geopolitik, pelaku industri menunggu kepastian mengenai berapa lama penangguhan penerbangan berlangsung dan bagaimana dampaknya terhadap rantai pasok emas dunia.(*)
Editor : Heri Sugiarto