Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gelap Sumatera dan Rapuhnya Jaringan Energi

R
Penulis: Redaksi❯
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Advertisement

Blackout bukan sekadar padamnya listrik, tetapi juga putusnya nafkah. Mesin-mesin berhenti. Kulkas mati. Jaringan internet lumpuh. Kasir tak berfungsi. Dalam hitungan menit, denyut ekonomi rakyat kecil mandek.

Karena itu, gangguan sistem kelistrikan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5) lalu tidak boleh dianggap sekadar insiden teknis. Terlebih, Sumatera merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) memang telah menyampaikan hasil investigasi awal. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem.

Advertisement

Tidak ditemukan indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan.

Penjelasan itu penting untuk meredam spekulasi liar di tengah masyarakat. Negara perlu memastikan bahwa sistem vital nasional tidak sedang disusupi tangan-tangan perusak.

Namun, terbuka pertanyaan: mengapa sistem kelistrikan sebesar Sumatera masih begitu rapuh menghadapi gangguan cuaca?

Advertisement

Cuaca ekstrem memang makin sering terjadi akibat perubahan iklim global. Tetapi, justru karena ancaman itu makin mudah diprediksi, negara seharusnya membangun sistem mitigasi yang jauh lebih tangguh.

Publik berhak mempertanyakan kesiapan PLN dalam membangun sistem cadangan, pengamanan jaringan transmisi, hingga kecepatan pemulihan ketika krisis terjadi. Sebab, masyarakat membayar listrik bukan hanya untuk memperoleh energi, melainkan juga mendapat kepastian layanan.

Yang lebih mengkhawatirkan, blackout semacam itu memperlihatkan betapa sentralistis dan rentannya sistem energi nasional. Ketika satu titik terganggu, dampaknya menjalar luas seperti domino. Ini menunjukkan pembangunan ketahanan energi kita masih terlalu bertumpu pada skema besar yang kurang lentur menghadapi krisis.

Padahal, negara-negara maju mulai bergerak menuju sistem energi yang lebih terdesentralisasi. Mereka memperluas energi terbarukan dan membangun cadangan listrik lokal untuk layanan publik vital. Indonesia, tampaknya, masih berkutat pada pola lama: memperbesar pasokan, tetapi belum cukup serius memperkuat ketahanan.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Objektifikasi Bukan Gurauan

Objektifikasi Bukan Gurauan

MUNCUL lagi kasus kekerasan seksual verbal di kampus negeri. Para pelaku punya grup WhatsApp yang mengumbar objektifikasi kepada 22 mahasiswi

Wajib Pajak Serasa Diteror

Wajib Pajak Serasa Diteror

WARGA Indonesia tidak akan bisa tidur nyenyak apabila tak membayar pajak. Petugas pajak kini mengejar wajib pajak sampai ke pintu rumah.

Koperasi Merah Putih jadi Penyalur Bansos

Koperasi Merah Putih jadi Penyalur Bansos

WALAU diwarnai hujan kritik dan polemik, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)  tetap melaju.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer