DIkutip dari Reuters, spot gold turun 1,7% menjadi $5.082,51 per ounce pada pukul 09:33 WIB, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 1,4% menjadi $5.099,40 per ounce.
Logam mulia lain juga mengalami penurunan. Perak spot turun menjadi $82,50 per ounce, platina spot menjadi $2.076,07 per ounce, dan palladium menjadi $1.605,12 per ounce.
Dolar AS naik ke level tertinggi lebih dari tiga bulan, membuat emas lebih mahal bagi investor dengan mata uang lain.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun juga meningkat ke level tertinggi dalam sebulan, sehingga biaya memegang emas yang tidak memberikan bunga ikut meningkat.
Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, menyebutkan bahwa harga emas berada di posisi tertekan meski pasar sedang bergejolak karena harga minyak yang tinggi mendorong penguatan dolar dan ekspektasi pemangkasan suku bunga berkurang.
Sementara itu harga minyak mentah melonjak lebih dari 20% menembus $110 per barel akibat konflik AS-Israel-Iran. Beberapa produsen minyak utama di Timur Tengah memangkas pasokan karena risiko gangguan panjang di Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak ini memengaruhi pandangan investor terhadap suku bunga AS, sehingga harga emas menyesuaikan kembali.
Investor memperkirakan The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan dua hari yang berakhir 18 Maret 2026.
Peluang penahanan suku bunga pada Juni naik dari kurang dari 43% minggu lalu menjadi lebih dari 51% menurut CME Group’s FedWatch tool.(*)