Kegiatan ini menjadi ajang bagi produk lokal untuk bertemu langsung dengan konsumen di lingkungan kementerian sekaligus memperkuat posisi UMKM dalam kompetisi pasar ibu kota.
FnR Craft menjadi penyumbang omset harian tertinggi di antara peserta lainnya dengan produk kerajinan dan fesyen yang mendominasi penjualan.
Selain sektor kriya, produk kuliner dan minuman juga memberikan kontribusi penting.
Le Otonk dengan olahan ikan lele serta Beskabean Kopi bersama dua brand kopi lainnya, SIBA Kopi dan Kopi Pak Ratin, turut menambah capaian penjualan secara keseluruhan.
Bazar Semarak Ramadhan diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mendukung pemberdayaan UMKM sekaligus meramaikan bulan suci.
Produk-produk unggulan dari mitra binaan BUMN dipamerkan dalam sebuah wadah strategis yang mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung di lingkungan Kementerian ESDM.
Sustainability Economic, Social & Environment Department Head PTBA, Listati, menjelaskan bahwa keikutsertaan pihaknya bersama Rumah BUMN Banyuasin dan Danantara Indonesia memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mendorong UMKM binaan agar semakin berkembang dan kompetitif.
Menurutnya, dukungan perusahaan tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi usaha agar lebih berkelanjutan.
“Capaian ini menjadi indikator positif bahwa produk UMKM lokal memiliki daya saing yang kuat ketika difasilitasi melalui ajang promosi yang tepat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Listati menekankan bahwa partisipasi dalam bazar memberikan peluang jejaring bisnis yang lebih luas bagi UMKM.
Ia berharap wadah promosi strategis seperti yang digelar di Kementerian ESDM dapat mendorong peningkatan pendapatan para pelaku usaha menjelang Idulfitri sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha lokal.
Melalui inisiatif ini, PTBA menegaskan kembali perannya tidak hanya sebagai perusahaan energi, tapi juga sebagai agen pembangunan yang berkontribusi memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.(*)
Editor : Heri Sugiarto