Laporan: Two Efly, Dharmasraya
Manajemen PT BPR LPN Sungai Rumbai berhasil mencatatkan tren positif kinerja pada tahun 2025. Seluruh indikator usaha bertumbuh dua digit, mulai dari besaran aset, realisasi kredit, hingga dana pihak ketiga. Tidak hanya itu, tren pertumbuhan yang relatif lebih tinggi justru terlihat pada perolehan laba.
“Alhamdulillah, pada tahun 2025 kita masih mampu menjaga tren pertumbuhan usaha dengan baik. Semua indikator usaha bertumbuh dua digit. Total aset mencapai Rp110,44 miliar, realisasi kredit sebesar Rp66,32 miliar, dana pihak ketiga Rp98,51 miliar, dan laba bersih usaha sebesar Rp1,42 miliar atau tumbuh 31,48 persen secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPR LPN Sungai Rumbai, H.Parman,SE.MM, didampingi Direktur Riko Vatri,SE.MM, kepada Padang Ekspres.
Menurut H.Parman, membaiknya kinerja dan keberhasilan manajemen dalam menjaga tren usaha tidak terlepas dari kerja keras serta pelaksanaan rencana kerja strategis yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Dalam rencana tersebut, kinerja tahun 2025 difokuskan pada ekspansi kredit guna memaksimalkan pendapatan dan laba. “Alhamdulillah, rencana tersebut dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya.
Aset dan Dana
Berdasarkan publikasi tahun 2025, total aset yang dibukukan mencapai Rp110,44 miliar atau tumbuh 15,44 persen secara year on year. Selain tumbuh, capaian ini juga berhasil melampaui target dalam rencana bisnis bank.
Peningkatan kinerja usaha didorong oleh ekspansi kredit serta membaiknya penghimpunan dana. Total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun tercatat sebesar Rp98,51 miliar atau tumbuh 16,08 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama-sama mengalami pertumbuhan. Total dana tabungan yang dihimpun mencapai Rp89,98 miliar atau tumbuh 17,96 persen secara year on year, sementara dana deposito tercatat sebesar Rp8,53 miliar.
“Untuk pendanaan, kami lebih memaksimalkan dana murah dari tabungan. Dari total dana pihak ketiga sebesar Rp98,51 miliar, sekitar 91,34 persen bersumber dari tabungan. Langkah ini diambil untuk mengendalikan cost of fund yang berdampak pada biaya operasional dan rasio BOPO,” ujar H.Parman.
Kredit dan Pendapatan
Realisasi kredit menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dana pihak ketiga. Total kredit yang disalurkan selama tahun 2025 tercatat sebesar Rp66,32 miliar atau tumbuh 29,50 persen secara year on year. Selain itu, capaian ini juga melampaui target yang ditetapkan dalam rencana bisnis bank.
Ekspansi kredit tersebut berdampak positif terhadap pendapatan. Pendapatan bunga kontraktual tercatat sebesar Rp8,67 miliar atau tumbuh 19,42 persen secara year on year. Sementara itu, pendapatan lainnya mencapai Rp3,13 miliar atau tumbuh 58,08 persen.
“Total pendapatan operasional yang berhasil kami bukukan sebesar Rp11,80 miliar atau tumbuh 27,42 persen secara year on year,” jelas Parman.
BOPO dan Laba
Selain mencatatkan pertumbuhan usaha, pengendalian operasional juga menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari keberhasilan menekan biaya operasional serta penurunan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi 85,28 persen.
Pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan operasional, serta efisiensi biaya memberikan dampak positif terhadap laba. Laba bersih usaha meningkat dari Rp1,08 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp1,42 miliar pada tahun 2025. Capaian ini tumbuh 31,48 persen secara year on year dan melampaui target RBB.
Berdasarkan data Padang Ekspres, PT BPR LPN Sungai Rumbai merupakan salah satu BPR yang beroperasi di wilayah Dharmasraya. Berlokasi di pusat ekonomi daerah tersebut, bank ini secara konsisten mampu menjaga kinerja usahanya. Selain aset yang terus meningkat, laba yang dibukukan juga semakin besar dari tahun ke tahun.
Keberhasilan tersebut mengantarkan PT BPR LPN Sungai Rumbai meraih berbagai penghargaan, termasuk dari Infobank dan lembaga lainnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto