Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tokopedia & TikTok Shop Dorong Peningkatan Engagement Penjualan Digital Pelaku UMKM di Kota Padang

Suyudi Adri Pratama • Sabtu, 9 Mei 2026 | 10:31 WIB
Kegiatan Kumpul Keluarga TikTok Shop dan Tokopedia Sumbar digelar di Ballroom Axana Hotel, Jumat (8/5). (DOKUMENTASI PRIBADI)
Kegiatan Kumpul Keluarga TikTok Shop dan Tokopedia Sumbar digelar di Ballroom Axana Hotel, Jumat (8/5). (DOKUMENTASI PRIBADI)

PADEK.JAWAPOS.COM—Kegiatan Kumpul Keluarga TikTok Shop dan Tokopedia Sumbar digelar di Ballroom Axana Hotel, Jumat (8/5), mengusung tema “Grow Bigger, Sell Smarter: Strategi Jualan Cerdas di 2026; Campaign, Optimasi Iklan, dan Co-Investment”. Acara ini diikuti pelaku UMKM dan seller untuk meningkatkan kapasitas penjualan digital.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya Seller Ambasador TikTok Shop By Tokopedia kota Padang, Adi Sumanto. Ia menilai kegiatan ini sangat menarik dan bermanfaat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui platform digital.

Menurut Adi, potensi TikTok sebagai kanal penjualan masih sangat besar, namun belum dimaksimalkan oleh sebagian pelaku UMKM di Kota Padang. “Potensi dari TikTok ini banyak, tapi belum bisa dimaksimalkan oleh teman-teman UMKM dan seller yang sudah bergabung,” ujarnya.

Baca Juga: Canduang Kotolaweh, Percontohan Layanan Kesehatan Nagari

Ia menyebut, kegiatan ini menjadi wadah edukasi yang tepat bagi pelaku usaha untuk memahami strategi berjualan yang efektif di platform digital. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan pelaku usaha mampu meningkatkan daya saing.

Dalam pemaparannya, Adi menekankan pentingnya konsistensi bagi para reseller maupun seller. Selain itu, pemahaman terhadap aturan dan kebijakan TikTok juga menjadi hal mendasar yang harus dikuasai.

“Mereka harus lebih fokus ke konsistensi, terus belajar lagi tentang aturan-aturan TikTok, mengenal kebijakan supaya tidak melakukan pelanggaran,” jelasnya.

Baca Juga: Satpol PP Padang Bubarkan Empat Hiburan Malam, 14 Wanita Diduga Pemandu Lagu Diamankan

Ia juga mengingatkan pentingnya mempelajari pasar agar produk yang dijual sesuai dengan kebutuhan konsumen. Menurutnya, masih banyak hal yang perlu dibenahi oleh seller agar dapat berkembang lebih optimal.

Adi yang juga pelaku usaha parfum dengan brand Liora Valerie Parfumery mengaku telah merasakan langsung hasil dari konsistensi dalam berjualan online. Ia mulai aktif berjualan sejak 2025.

“Penjualan tertinggi saya itu bisa mencapai 350 botol parfum per hari. Rata-rata harian sekitar 100 sampai 150 botol,” ungkapnya.

Baca Juga: Nagari Mesti Memiliki Data Akurat dan Komprehensif

Ia menambahkan, tantangan terbesar bagi pemula adalah bertahan di masa awal berjualan. Banyak seller yang menyerah karena belum mendapatkan hasil dalam waktu singkat.

“Seller pemula itu jangan gampang menyerah. Di awal memang sepi karena kita sedang membangun kepercayaan konsumen dan mencari pelanggan,” katanya.

Menurutnya, proses membangun kepercayaan konsumen menjadi kunci utama dalam bisnis online. Jika sudah terbentuk, maka produk akan lebih mudah dikenal dan diminati pasar.

Baca Juga: Pemkab Dharmasraya Sambut Kajari Baru Indra Gunawan, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Ia pun mengimbau para pelaku usaha untuk terus belajar, beradaptasi, dan tidak cepat putus asa dalam menghadapi dinamika penjualan digital yang terus berkembang.

Sementara itu, External Certified Trainer TikTok Shop by Tokopedia untuk wilayah Padang, Edward Zulichtiar, menyebut jumlah peserta pada kegiatan kedua ini hampir mencapai 200 orang. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan kegiatan pertama pada Februari lalu.

“Antusias peserta hari ini luar biasa. Trafiknya hampir 150 sampai 200 orang, dibandingkan kegiatan pertama yang tidak sampai seratus peserta,” ujar Edward Zulhtiar yang akrab disapa Om Edo.

Baca Juga: Pemnag Balai Baiak Malai III Koto Tingkatkan Akses Pertanian Warga

Ia menilai tingginya minat peserta menunjukkan adanya kebutuhan besar dari pelaku UMKM dan seller terhadap pendampingan dalam berjualan di platform digital, khususnya TikTok Shop.

Menurutnya, para peserta tidak hanya ingin mendapatkan materi, tetapi juga mencari wadah pembinaan berkelanjutan. Hal ini menjadi perhatian bagi tim trainer di daerah.

“Mereka mencari siapa yang bisa membimbing mereka di Kota Padang ini. Makanya kami dorong untuk bergabung ke komunitas TikTok Shop by Tokopedia,” katanya.

Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca 7 Kota di Sumbar Sabtu 9 Mei 2026, Simak Lengkapnya

Edward menjelaskan, TikTok pusat saat ini mulai fokus mengembangkan pasar di luar Pulau Jawa, termasuk Sumatera. Selama ini, perkembangan di Pulau Jawa dinilai sudah cukup signifikan.

“Sekarang TikTok mulai berkiblat ke Sumatera, mungkin nanti ke Kalimantan. Ini peluang besar bagi pelaku usaha di daerah,” jelasnya.

Sebagai trainer lokal, ia berkomitmen untuk menggelar berbagai kegiatan lanjutan seperti kopi darat (kopdar), bedah akun, hingga pelatihan rutin bagi para seller di Kota Padang.

Baca Juga: Anak Harus Pulang dengan Aman

“Kalau dari pusat mungkin sebulan sekali, tapi kami di lokal berencana membuat kegiatan mingguan atau dua kali seminggu,” ungkapnya.

Selain sebagai trainer, ia juga merupakan pelaku usaha yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun. Ia mengelola brand minuman tradisional khas Sumatera Barat, Kawa daun.

Pengalaman tersebut menjadi bekal baginya untuk berbagi ilmu kepada para peserta, khususnya dalam menghadapi tantangan berjualan di marketplace hingga platform live commerce seperti TikTok Shop.

Baca Juga: Keberagaman Negara Asal Perkuat Atmosfer Akademik

“Saya juga pelaku usaha, jadi bisa berbagi pengalaman langsung kepada peserta. Harapannya mereka bisa berkembang dan tidak berhenti di tengah jalan,” tuturnya.

Kemudian Pemko Padang melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Teddy Antonius, mengatakan  kegiatan ini sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni UMKM Naik Kelas, yang bertujuan mendorong pelaku usaha agar lebih kompetitif.

“Dengan bertambahnya wawasan mereka dalam pemasaran digital, tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan mendorong UMKM naik kelas,” jelasnya.

Baca Juga: Akreditasi Bukan sekadar Etalase Kelengkapan Dokumen

Teddy menambahkan, Pemko Padang telah memiliki sejumlah program untuk mendukung pengembangan UMKM. Salah satunya adalah program inkubasi UMKM yang fokus pada pembinaan dan pelatihan.

“Inkubasi ini bagaimana kita membina, melatih, bahkan membantu mereka dalam menjual produk yang sudah dibina,” katanya.

Selain itu, terdapat program UMKM Champion yang merupakan ajang penilaian bagi pelaku usaha berprestasi di Kota Padang. Program ini bertujuan memberikan apresiasi sekaligus motivasi bagi pelaku UMKM.

Baca Juga: Inovasi Minimalisir Ketergantungan terhadap Produk Impor

“UMKM Champion ini adalah penilaian terhadap pelaku usaha yang berprestasi, nanti akan ada penyerahan penghargaan secara seremonial,” ungkapnya.

Program lainnya adalah Rumah Wirausaha, yang dirancang sebagai pusat pemasaran produk UMKM dalam satu lokasi. Fasilitas ini diharapkan memudahkan wisatawan dalam mendapatkan produk lokal.

“Rumah Wirausaha akan menampung produk UMKM kita dalam satu tempat, sehingga memudahkan pemasaran kepada wisatawan yang datang ke Kota Padang,” jelasnya.

Baca Juga: RDP Soal Buruh, KSPSI Desak Pembentukan Pansus

Ia juga menyebutkan, saat ini terdapat ratusan ribu UMKM di Kota Padang yang telah dibina oleh pemerintah. Sebagian besar di antaranya telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Lebih kurang 350 ribu UMKM sudah kita bina dan terdata, sebagian besar sudah memiliki NIB. Bagi yang belum, tetap kita dorong untuk segera mengurusnya,” tuturnya.

Dengan berbagai program tersebut, Pemko Padang berharap pelaku UMKM semakin siap menghadapi persaingan pasar, khususnya di era digital yang terus berkembang.

Baca Juga: Jaringan Narkoba, Dua Pelaku Diamankan

Kegiatan ini dinilai menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan platform digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis UMKM. (yud)

Editor : Adetio Purtama
#tiktok shop #tokopedia #padang #umkm