Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pupuk Indonesia Berhasil Salurkan 737 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di Sumatera

Heri Sugiarto • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:22 WIB
Kegiatan Media Gathering yang dihadiri Regional Chief Executive Officer 1 Pupuk Indonesia, Eko Suroso, di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (12/5/2026).(Foto: Corcom)
Kegiatan Media Gathering yang dihadiri Regional Chief Executive Officer 1 Pupuk Indonesia, Eko Suroso, di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (12/5/2026).(Foto: Corcom)

PADEK.JAWAPOS.COM-PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menyalurkan 737.125 ton pupuk bersubsidi ke seluruh Pulau Sumatera hingga 30 April 2026. Angka tersebut setara 33 persen dari total alokasi pemerintah tahun ini sebesar 2.228.539 ton. 

Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Regional Chief Executive Officer 1 Pupuk Indonesia, Eko Suroso, menjelaskan bahwa keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi tidak terlepas dari peran seluruh mitra, mulai dari Pelaku Usaha Distribusi (PUD) hingga dukungan Dinas Pertanian di berbagai daerah.

“Tingginya realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Pulau Sumatera tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah. Proses penebusan kini lebih mudah melalui aplikasi i-Pubers, ditambah kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku sejak Oktober 2025,” ujar Eko dalam kegiatan Media Gathering di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (12/5/2026).

Ia menambahkan, perusahaan melalui Kompartemen Penjualan Regional 1 akan memperkuat kolaborasi dengan media, PUD, dan pemerintah daerah untuk memastikan informasi terkait kebijakan pupuk dapat tersampaikan secara akurat dan transparan kepada masyarakat—khususnya petani.

“Transparansi menjadi komitmen utama kami. Media memiliki peran strategis dalam memastikan informasi yang diterima masyarakat tidak hanya cepat, tapi juga akurat dan berimbang,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Senior Manager Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Yoyo Supriyanto, memaparkan bahwa tercapainya distribusi 737.125 ton pupuk bersubsidi di Sumatera tidak lepas dari sejumlah strategi.

Strategi tersebut mencakup penguatan sistem pengawasan penyaluran, peningkatan koordinasi dengan PUD dan distributor serta penegakan prinsip tujuh tepat: tepat waktu, jumlah, tempat, harga, jenis, mutu, dan penerima.

“Diskusi hari ini berlangsung dinamis, mencerminkan tingginya perhatian terhadap isu penyaluran pupuk. Masukan dari media, distributor, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam penyempurnaan strategi ke depan,” kata Yoyo.

Yoyo menegaskan bahwa Kompartemen Penjualan Regional 1 tidak hanya berperan sebagai pelaksana distribusi, tetapi juga mitra strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui tata kelola pupuk yang transparan dan akuntabel.

Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas produksi pertanian.

Ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran menjadi faktor krusial bagi produktivitas petani.

Sementara itu, perwakilan media, GM Sumeks Group, Dwitri Kartini, mengapresiasi keterbukaan informasi yang ditunjukkan Pupuk Indonesia.

“Keterbukaan informasi berdampak langsung pada kualitas pemberitaan di lapangan. Dengan kolaborasi yang baik, masyarakat—terutama petani—akan mendapatkan informasi yang utuh dan dapat dipercaya,” ujarnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Pupuk bersubsidi Sumatera #Distribusi pupuk 2026 #Transparansi distribusi pupuk #ketahanan pangan nasional #pupuk indonesia