Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pertamina Berdayakan 70 Penenun Ulos di Samosir, Produk Lokal Tembus Pasar Modern

Hendra Efison • Rabu, 13 Mei 2026 | 10:59 WIB
Pertamina memberdayakan 70 penenun ulos di Samosir melalui Sakkamadeha untuk memperkuat UMKM budaya dan ekonomi kreatif lokal.
Pertamina memberdayakan 70 penenun ulos di Samosir melalui Sakkamadeha untuk memperkuat UMKM budaya dan ekonomi kreatif lokal.

PADEK.JAWAPOS.COM—Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memberdayakan sekitar 70 penenun ulos di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, melalui UMKM Sakkamadeha Gallery and Workshop sejak 2020.

Program pembinaan tersebut mendorong pengembangan kain ulos menjadi berbagai produk fesyen modern seperti pakaian kasual, kemeja, dan aksesori untuk memperluas pasar generasi muda.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan dukungan kepada Sakkamadeha merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat UMKM berbasis budaya lokal.

“Melalui rumah produksi di Samosir, Sakkamadeha telah memberdayakan kurang lebih 70 penenun lokal untuk menghasilkan produk dengan nilai ekonomi berkelanjutan,” ujar Fahrougi.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Ringan di Mayoritas Kota Sumbar Hari Ini

Sakkamadeha yang dalam bahasa Batak berarti “Pohon Kehidupan” kini memiliki tiga unit usaha utama, yakni sentra produksi tenun, galeri penjualan produk, dan rumah jahit.

Para penenun yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, anak muda, hingga perajin dari luar daerah.

Pendiri Sakkamadeha, Stella Florensia Hutajulu, mengatakan ulos tidak lagi hanya dipasarkan dalam bentuk kain tradisional, tetapi juga diolah menjadi produk siap pakai agar lebih mudah diterima pasar.

“Di galeri ini, kami tidak hanya menjual kain tenun tetapi juga mengolahnya menjadi produk siap pakai seperti pakaian kasual. Hal ini membuat ulos lebih fleksibel digunakan sehari-hari, terutama bagi generasi muda,” kata Stella.

Baca Juga: Ribuan Warga Terisolir Akibat Longsor di Situjuah Limo Nagari Limapuluh Kota

Harga produk yang dipasarkan mulai dari Rp50 ribu untuk kaos, Rp300 ribu hingga Rp2 juta untuk kain tenun, dan kemeja hingga Rp500 ribu.

Untuk memperluas pemasaran, Sakkamadeha memanfaatkan media sosial Instagram dan Facebook @Sakkamadeha serta mengikuti berbagai pameran nasional, termasuk F1 Powerboat di Danau Toba.

Pertamina juga melibatkan UMKM binaannya dalam sejumlah event nasional guna memperluas akses pasar produk budaya lokal.

Program pemberdayaan ini tidak hanya membantu menjaga keberlanjutan budaya tenun ulos di kawasan Danau Toba, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal di Samosir.(*)

Editor : Hendra Efison
#Pertamina penenun ulos Samosir #Sakkamadeha #UMKM budaya lokal #ulos Danau Toba #ekonomi kreatif Samosir