PADEK.JAWAPOS.COM—PT Semen Padang memperkuat jejaknya di pasar internasional dengan mencatat ekspor semen dan klinker sebanyak 540.771 metrik ton (MT) sepanjang Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, Bangladesh menjadi tujuan utama dengan serapan mencapai 440.383 MT atau sekitar 81 persen dari total pengiriman luar negeri perusahaan.
Capaian itu menunjukkan kemampuan perusahaan semen tertua di Asia Tenggara tersebut mempertahankan pasar ekspor di tengah persaingan industri semen global yang semakin ketat. Selain Bangladesh, produk Semen Padang juga dikirim ke Maladewa, Sri Lanka, dan Reunion Island.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan ekspor selama lima bulan pertama tahun ini terdiri dari klinker dan semen kemasan tipe Ordinary Portland Cement (OPC) 42,5 N serta OPC 52,5 N.
"Ekspor yang kami lakukan terdiri atas produk klinker dan semen. Untuk klinker, pengiriman terbesar ditujukan ke Bangladesh dengan volume 440.383 MT," kata Win Bernadino, Senin (8/6/2026).
Bangladesh Jadi Tulang Punggung Pasar Ekspor
Bangladesh masih menjadi pasar paling strategis bagi PT Semen Padang. Tingginya kebutuhan material konstruksi di negara tersebut membuat permintaan klinker dari Indonesia tetap terjaga.
Selain Bangladesh, Maladewa menjadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan volume 68.607 MT semen tipe OPC 42,5 N. Produk tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan sektor properti dan infrastruktur di negara kepulauan tersebut.
Sementara itu, Sri Lanka menerima pasokan 20.501 MT semen tipe OPC 42,5 N. Permintaan dari negara Asia Selatan tersebut menjadi salah satu penopang keberlanjutan pasar ekspor perusahaan.
Reunion Island Perluas Jangkauan Produk Semen Padang
PT Semen Padang juga mempertahankan pasar di kawasan Samudra Hindia melalui pengiriman 11.280 MT semen tipe OPC 52,5 N ke Reunion Island, wilayah administrasi Prancis yang berada di sebelah timur Madagaskar.
Pasar ini dinilai strategis karena memiliki standar kualitas produk yang relatif tinggi. Keberhasilan mempertahankan pengiriman ke wilayah tersebut memperlihatkan daya saing produk Semen Padang di pasar internasional.
Menurut Win, keberagaman negara tujuan ekspor menjadi bukti bahwa produk perusahaan mampu memenuhi kebutuhan konstruksi dengan spesifikasi berbeda-beda.
Ekspor Jadi Strategi Hadapi Persaingan Industri
Di tengah kondisi industri semen nasional yang masih menghadapi persaingan ketat dan kelebihan kapasitas produksi, pasar ekspor menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan bisnis perusahaan.
Langkah memperluas pasar luar negeri juga membantu optimalisasi kapasitas produksi sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap penerimaan devisa negara.
PT Semen Padang sendiri bukan pemain baru di pasar internasional. Perusahaan memulai ekspor sejak 1992 dan terus memperluas jangkauan ke berbagai negara di Asia, Afrika, Australia, hingga Timur Tengah.
Salah satu pencapaian penting terjadi pada 2016 ketika Semen Padang menjadi perusahaan pertama di lingkungan SIG yang berhasil menembus pasar Australia. Keberhasilan itu memperkuat reputasi perusahaan sebagai produsen semen nasional yang mampu memenuhi standar kualitas global.
Dengan capaian ekspor lebih dari setengah juta ton hingga Mei 2026, PT Semen Padang optimistis dapat memperluas pasar internasional sepanjang tahun ini. Perusahaan juga berkomitmen menjaga kualitas produk, keandalan pasokan, serta pelayanan kepada pelanggan di berbagai negara guna mempertahankan posisi sebagai mitra pembangunan yang terpercaya di pasar global.(*)
Editor : Hendra Efison