PADEK.JAWAPOS.COM—PT Semen Padang mempercepat pengembangan bisnis nonsemen sebagai sumber pertumbuhan baru perusahaan di tengah ketatnya persaingan industri semen nasional. Strategi diversifikasi itu mencakup jasa fabrikasi industri, pemasaran material konstruksi, pengembangan produk turunan, hingga peningkatan kapasitas produksi Sepablock yang permintaannya terus meningkat di Sumatera Barat.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan pengembangan bisnis nonsemen menjadi bagian penting dari transformasi perusahaan untuk mengoptimalkan aset, kompetensi, dan sumber daya yang dimiliki.
Menurut dia, perusahaan tidak bisa bergantung sepenuhnya pada bisnis inti semen. Karena itu, berbagai lini usaha baru terus diperkuat guna menciptakan sumber pendapatan alternatif sekaligus meningkatkan daya tahan bisnis dalam menghadapi dinamika pasar.
“Di tengah kompetisi industri semen yang semakin kompetitif, perusahaan tidak bisa hanya bergantung pada bisnis inti semata. Karena itu, PT Semen Padang terus mendorong pengembangan berbagai lini bisnis nonsemen yang memiliki prospek menjanjikan,” kata Win Bernadino di Padang, Rabu (10/6/2026).
Bisnis Nonsemen Semen Padang Tembus Industri Pulp dan Kertas
Kepala Departemen Bisnis Non Semen dan Produk Turunan (BNSPT) PT Semen Padang, Ridwan Muchtar, menjelaskan salah satu sektor yang berkembang pesat saat ini adalah jasa fabrikasi industri.
Jika sebelumnya layanan fabrikasi lebih banyak memenuhi kebutuhan pabrik semen di lingkungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. atau SIG, kini pasar BNSPT meluas ke berbagai industri strategis, termasuk sektor pulp dan kertas.
Tahun ini, BNSPT terlibat dalam berbagai pekerjaan fabrikasi dan pemeliharaan mekanikal di sejumlah perusahaan besar seperti PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper. Selain itu, perusahaan juga menjajaki peluang kerja sama dengan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry serta PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper.
Untuk mendukung operasional perusahaan-perusahaan tersebut, BNSPT mengerjakan berbagai komponen industri seperti debarking drum, screw reclaimer, kiln, serta pekerjaan pemeliharaan mekanikal lainnya.
“Untuk RAPP, misalnya, pekerjaan fabrikasi sudah berjalan sejak 2023 dan masih berlanjut hingga sekarang,” ujar Ridwan.
Menurutnya, meningkatnya kepercayaan dari sektor industri di luar semen menunjukkan kualitas pekerjaan fabrikasi PT Semen Padang mampu bersaing dan memenuhi standar industri nasional.
Pasok Material untuk Flyover Sitinjau Lauik dan Industri Pupuk
Selain jasa fabrikasi, BNSPT juga memperluas pemasaran berbagai produk material nonsemen. Salah satunya adalah batu split yang saat ini digunakan dalam sejumlah proyek konstruksi dan infrastruktur strategis.
Ridwan menyebut batu split produksi PT Semen Padang menjadi bagian dari material yang digunakan pada proyek Flyover Sitinjau Lauik, proyek infrastruktur nasional yang sedang dibangun di Sumatera Barat.
Selain mendukung proyek flyover, batu split tersebut juga dipasok ke sejumlah batching plant sebagai bahan baku produksi beton.
Di sektor lain, produk binder clay kembali memperoleh pasar dari industri pupuk nasional. Pada 2026, PT Semen Padang memasok 7.500 ton binder clay kepada PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) hingga akhir Juli.
Kerja sama itu melanjutkan kontrak sebelumnya pada 2025 dengan total pasokan mencapai 8.400 ton. Keberlanjutan kontrak tersebut menunjukkan produk binder clay perusahaan mampu memenuhi spesifikasi industri pupuk nasional.
Permintaan Sepablock Naik, Kapasitas Produksi Ditambah
PT Semen Padang juga terus mengembangkan produk inovatif Semen Padang Bata Interlock atau Sepablock yang semakin banyak digunakan dalam pembangunan hunian.
Data perusahaan menunjukkan penggunaan Sepablock untuk pembangunan rumah tipe 36 meningkat dari sekitar 83 unit rumah pada 2024 menjadi 103 unit rumah pada 2025. Sementara sepanjang Januari hingga Mei 2026, pesanan yang masuk sudah setara kebutuhan pembangunan sekitar 120 unit rumah tipe 36.
Sebagian besar permintaan berasal dari proyek pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Saat ini, produk tersebut digunakan dalam pembangunan Huntap Yayasan Buddha Tzu Chi, Huntap Danantara, Huntap BNPB, serta persiapan Huntap Swadaya APBD kabupaten dan kota serta Huntap Terpadu Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Meningkatnya permintaan mendorong perusahaan mengoptimalkan kapasitas produksi Sepablock menjadi setara kebutuhan 120 unit rumah tipe 36 per bulan.
“Sejak Februari 2026 kami mengoptimalkan kapasitas produksi Sepablock agar kebutuhan pasar dapat terpenuhi sekaligus mendukung program pembangunan hunian tetap yang sedang berjalan di Sumatera Barat,” kata Ridwan.
Selain memperkuat bisnis yang sudah berjalan, BNSPT juga mengembangkan produk kalsium karbonat untuk sektor perkebunan dan tambak udang serta biji kalsium yang ditujukan bagi industri pakan ternak. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang PT Semen Padang untuk memperluas portofolio bisnis nonsemen sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.(*)
Editor : Hendra Efison