Wamen UMKM Tinjau PLUT KUMKM Kulon Progo, Perkuat Pendampingan Wirausaha dan Akses Pembiayaan

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:29 WIB
Wamen UMKM Helvi Moraza meninjau fasilitas PLUT KUMKM Kulon Progo dan berdialog dengan pelaku UMKM serta konsultan pendamping.(Foto: Humas)
Wamen UMKM Helvi Moraza meninjau fasilitas PLUT KUMKM Kulon Progo dan berdialog dengan pelaku UMKM serta konsultan pendamping.(Foto: Humas)

PADEK.JAWAPOS.COM – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza meninjau Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), untuk memperkuat pendampingan wirausaha, akses pembiayaan, serta pemasaran bagi pelaku UMKM.

Dalam kunjungan tersebut, Helvi menegaskan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berkolaborasi membangun fasilitas PLUT sebagai pusat layanan terpadu yang membantu pelaku UMKM mengatasi berbagai tantangan usaha.

"Pemerintah pusat dan daerah hadir berkolaborasi membangun fasilitas PLUT untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi pengusaha UMKM, khususnya dalam pembiayaan dan pemasaran, sesuai arahan Presiden," ujar Helvi.

Selama berada di PLUT KUMKM Kulon Progo, Helvi meninjau berbagai fasilitas layanan, berdialog dengan para konsultan pendamping, serta mendengarkan pengalaman pelaku UMKM yang memanfaatkan layanan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga akses pembiayaan dan pemasaran.

Ia juga mengapresiasi kualitas produk unggulan UMKM Kulon Progo yang dipamerkan di PLUT. Menurutnya, produk kerajinan, fesyen, dan kuliner daerah memiliki kualitas yang baik dengan harga yang kompetitif sehingga berpotensi menarik minat wisatawan.

Helvi menilai keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) menjadikan Kulon Progo sebagai kawasan strategis bagi perdagangan dan pariwisata.

Karena itu, PLUT memiliki peran penting dalam memastikan pelaku UMKM mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri melalui peningkatan kapasitas produksi serta perluasan akses pasar, termasuk ke kawasan destinasi wisata.

"Pemerintah pusat tidak membiarkan pemerintah daerah berjalan sendiri. Kementerian UMKM terus mendampingi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu menyejahterakan masyarakat," katanya.

Menurut Helvi, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ia juga meminta pemerintah daerah terus menjaga dan mengoptimalkan fungsi PLUT KUMKM sebagai pusat layanan terpadu bagi pelaku UMKM. Kepada para konsultan pendamping, Helvi berpesan agar memberikan layanan secara profesional dan sepenuh hati sehingga mampu menghadirkan solusi yang tepat bagi pengembangan usaha masyarakat.

Wamen UMKM optimistis PLUT KUMKM di Yogyakarta dapat menjadi salah satu contoh pelayanan publik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah dan nasional.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri UMKM Faisal Anwar menilai PLUT perlu terus dikembangkan sebagai one stop service pendampingan UMKM sekaligus pusat inkubasi bisnis untuk melahirkan wirausaha baru, meningkatkan produktivitas usaha, serta memperkuat inovasi dan digitalisasi UMKM.

"Optimalisasi PLUT harus dilakukan melalui peningkatan kapasitas pendamping, penguatan jejaring kemitraan, pemanfaatan teknologi informasi, serta penyediaan program yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. PLUT tidak hanya menjadi tempat konsultasi, tetapi juga pusat solusi bagi pengembangan usaha masyarakat," ujar Faisal.

Ia menambahkan, Kulon Progo memiliki potensi ekonomi lokal yang besar, mulai dari sektor pertanian, industri kreatif, kerajinan, hingga pariwisata. Melalui PLUT, berbagai potensi tersebut dapat dihubungkan dengan peluang pasar, akses pembiayaan, serta kemitraan usaha sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Helvi didampingi Deputi Bidang Kewirausahaan Riza Damanik, Staf Ahli Menteri Reghi Perdana, Staf Khusus Menteri Syauqi, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono, Kepala Disperinkop UKM Kulon Progo Iffah Mufidati, serta jajaran Kementerian UMKM dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.(*)

Editor : Heri Sugiarto
PLUT KUMKM Kulon Progo digitalisasi UMKM pendampingan UMKM Helvi Moraza Wamen UMKM