ParagonCorp Borong Dua Penghargaan ETHCA Southeast Asia 2026, Budaya Belajar dan ESG Diakui Regional

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:09 WIB

 

ParagonCorp meraih dua penghargaan ETHCA Southeast Asia 2026 atas budaya belajar berkelanjutan dan program kebermanfaatan Paragonian Bergerak.
ParagonCorp meraih dua penghargaan ETHCA Southeast Asia 2026 atas budaya belajar berkelanjutan dan program kebermanfaatan Paragonian Bergerak.

PADEK.JAWAPOS.COM – ParagonCorp meraih dua penghargaan dalam ajang The Economic Times Human Capital Awards (ETHCA) Southeast Asia 2026 yang digelar di One Farrer Hotel, Singapura, pada 24 Juli 2026.

Pengakuan tersebut diberikan atas keberhasilan perusahaan membangun budaya pembelajaran berkelanjutan sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia.

Dalam ajang regional yang diikuti ratusan organisasi dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina itu, ParagonCorp meraih Gold Award pada kategori Excellence in ESG & CSR Initiatives melalui program Paragonian Bergerak serta Bronze Award pada kategori Excellence in Creating a Culture of Continuous Learning and Upskilling melalui Human-Centric Continuum Growth Ecosystem.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap praktik pengelolaan sumber daya manusia yang menghubungkan peningkatan kompetensi karyawan dengan kontribusi langsung kepada masyarakat.

Seluruh peserta ETHCA Southeast Asia 2026 menjalani seleksi dua tahap, yakni evaluasi dokumen dan penilaian oleh Grand Jury yang terdiri atas para Chief Human Resources Officer (CHRO) serta pemimpin bisnis independen di kawasan Asia Tenggara.

Human-Centric Continuum Growth Ecosystem Perkuat Budaya Belajar

ParagonCorp menempatkan pembelajaran sebagai bagian yang menyatu dalam aktivitas kerja sehari-hari, bukan sekadar mengikuti pelatihan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Human-Centric Continuum Growth Ecosystem yang mengintegrasikan pengembangan individu, pengalaman kerja, mentoring, kepemimpinan, dan pemanfaatan teknologi.

Melalui ekosistem tersebut, setiap Paragonian didorong untuk terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi organisasi maupun masyarakat.

Perusahaan juga menghadirkan berbagai pengalaman belajar melalui proyek lintas fungsi, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, pendampingan para pemimpin, hingga pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pengembangan kompetensi.

Pendekatan itu tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga mengembangkan kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, serta beradaptasi terhadap perubahan.

Paragonian Bergerak Dorong Kontribusi Langsung bagi Masyarakat

Selain membangun budaya belajar, ParagonCorp mendorong budaya kebermanfaatan melalui Paragonian Bergerak, sebuah gerakan yang mengajak seluruh karyawan memanfaatkan satu hari kerja untuk melakukan kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Program yang berlangsung pada Agustus hingga Desember 2025 tersebut melibatkan lebih dari 14.000 Paragonian di 45 lokasi operasional, meliputi kantor pusat, pabrik, dan 43 kantor cabang yang tersebar dari Aceh hingga Ternate.

Seluruh Paragonian, termasuk karyawan frontline, operasional, dan tenaga alih daya, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Sepanjang 2025, Paragonian Bergerak menjalankan 151 inisiatif yang mencakup edukasi pencegahan stunting, pendampingan UMKM, pemetaan potensi siswa dari keluarga prasejahtera, rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove, hingga dukungan kesehatan mental bagi anak-anak panti asuhan.

Setiap program disusun bersama mitra lokal melalui proses seleksi yang bertujuan memastikan kebutuhan masyarakat tervalidasi, target dampak terukur, tata kelola berjalan baik, serta manfaat program dapat berkelanjutan.

Berbeda dengan pendekatan CSR yang umumnya berpusat pada perusahaan, Paragonian Bergerak menempatkan karyawan sebagai penggerak utama perubahan.

Pengalaman memimpin proyek sosial, membangun kolaborasi lintas fungsi, mengelola sumber daya, dan mengambil keputusan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkuat kepemimpinan, karakter, dan rasa memiliki terhadap tujuan perusahaan.

Penghargaan Jadi Penguat Komitmen Pengembangan Manusia

Director Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, mengatakan budaya pembelajaran dan kebermanfaatan merupakan dua hal yang saling menguatkan dalam perjalanan perusahaan.

"Di Paragon, kami percaya bahwa kebermanfaatan dan pembelajaran merupakan dua hal yang saling menguatkan. Kami ingin setiap Paragonian tidak hanya terus berkembang melalui pengalaman, kolaborasi, dan pendampingan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Ketika seseorang merasakan bahwa pekerjaannya terhubung dengan tujuan yang lebih besar, ia tidak hanya bertumbuh sebagai individu, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan. Pengakuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat budaya belajar dan budaya kebermanfaatan sebagai bagian dari perjalanan Paragon untuk bertumbuh bersama masyarakat," ujarnya.

ParagonCorp menilai pengakuan pada ETHCA Southeast Asia 2026 semakin memperkuat keyakinan bahwa pertumbuhan organisasi dibangun melalui pengembangan manusia secara berkelanjutan.

Perusahaan menyatakan akan terus memperkuat budaya belajar, kepemimpinan, dan kolaborasi sekaligus memperluas ruang bagi setiap Paragonian untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.(*)

Editor : Hendra Efison
ETHCA Southeast Asia 2026 Paragonian Bergerak Human-Centric Continuum Growth Ecosystem penghargaan ESG dan CSR ParagonCorp