Nagari Creative Hub Mulai Berbuah, UMKM Pangian Rutin Jualan di TikTok Shop

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 22:45 WIB
Zilnovita Zainal
Zilnovita Zainal

PADEK.JAWAPOS.COM – Program Nagari Creative Hub (NCH) di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.

Enam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini dipasarkan secara rutin melalui TikTok Shop setiap hari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB sebagai bagian dari upaya memperluas pemasaran berbasis digital.

Program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang diinisiasi Gubernur Mahyeldi bersama Wagub Vasko Ruseimy tersebut berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang kolaborasi masyarakat di tingkat nagari.

Ketua Satuan Tugas Nagari Creative Hub Nagari Pangian, Zilnovita Zainal, mengatakan seluruh fasilitas yang disediakan pemerintah provinsi telah dimanfaatkan masyarakat sejak program diluncurkan.

Lima fasilitas tersebut meliputi Teras Nagari sebagai pusat informasi potensi daerah, Lapau Nagari untuk pemasaran digital UMKM, Medan Balindung sebagai ruang pelatihan masyarakat, Medan Nan Bapaneh untuk aktivitas seni budaya, serta layanan internet gratis.

"Seluruh fasilitas tersebut telah dimanfaatkan masyarakat sejak NCH diluncurkan dan mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat," ujar Elok Piko di Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, Rabu (29/7/2026).

Melalui akun @nch.pangian di TikTok Shop, enam produk unggulan Nagari Pangian dipasarkan secara rutin.

Produk tersebut meliputi sambalado, rendang belut, minuman kesehatan serai-lemon-jahe, keripik pisang, kerajinan tangan, serta berbagai produk kriya dan deta khas masyarakat setempat.

“Sambalado itu ke depannya akan dijadikan produk unggulan. Saat ini, produk tersebut belum tersedia di UMKM dalam bentuk yang memiliki daya tahan lebih lama, tetapi proses pengembangannya sedang berjalan,” ujarnya.

UMKM Hadapi Tantangan Daya Simpan dan Digitalisasi

Meski pemasaran digital telah berjalan, Ia menyebut potensi UMKM Nagari Pangian masih jauh lebih besar.

Kendala utama yang dihadapi pelaku usaha saat ini adalah daya simpan produk kuliner yang relatif singkat sehingga belum siap dipasarkan secara lebih luas.

"Produk kita sebenarnya banyak. Kendala terbesar adalah bagaimana makanan bisa bertahan lebih lama. Produk seperti sambal dan kuliner khas lainnya masih membutuhkan teknologi pengawetan yang baik agar bisa dipasarkan secara nasional melalui platform digital," katanya.

Menurutnya, rendang belut menjadi salah satu produk yang memiliki daya tahan lebih lama, yakni sekitar dua bulan.

Sementara sebagian besar produk pangan lainnya masih memerlukan inovasi dalam pengemasan dan teknologi pengawetan.

Selain aspek produksi, kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital juga masih terus ditingkatkan.

"Kami terus belajar sambil berjalan. Mahasiswa KKN banyak membantu kami memahami cara melakukan live TikTok, mengelola pesanan hingga sistem pembayaran," ujarnya.

Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Nagari

Selain digitalisasi, pelaku UMKM juga masih menghadapi persyaratan administrasi sebelum produknya dapat dipasarkan melalui TikTok Shop, termasuk kepemilikan sertifikat halal. Keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi tantangan, terutama untuk mencari host live shopping.

"Kami juga masih kekurangan host untuk live shopping. Anak-anak muda biasanya lebih cepat beradaptasi dengan teknologi dibandingkan kami, tapi sebagian besar dari mereka pergi merantau atau tidak berada di kampung," katanya.

Di sisi lain, sejumlah produk UMKM Nagari Pangian telah menembus pasar oleh-oleh di Kota Padang, seperti minuman kesehatan serai-lemon-jahe dan rendang belut. Namun, pelaku usaha masih menghadapi tantangan menjaga kontinuitas produksi agar pasokan tetap tersedia. 

"Masalahnya bukan kualitas, tetapi konsistensi produksi. Kalau bahan baku habis atau produksi terhenti, produk bisa langsung dikeluarkan dari jaringan pemasaran," jelasnya.(*)

 

Editor : Hendra Efison
UMKM Pangian tiktok shop ekonomi digital Nagari Creative Hub