PADEK.JAWAPOS.COM—Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe mengembangkan probiotik Mikroorganisme Lokal (MOL) berbahan limbah buah pasar untuk membantu petambak udang menghadapi dampak perubahan iklim.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Gampong Berdikari di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
Pertamina menyebut inovasi probiotik MOL ini sebagai yang pertama di Kota Lhokseumawe.
Pjs. Area Manager Comm., Rel. & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan pelatihan pembuatan probiotik MOL diberikan untuk memperkuat kapasitas petambak udang vaname dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan.
“Probiotik MOL pada program Gampong Berdikari ini merupakan inovasi pertama di Kota Lhokseumawe yang mengoptimalkan limbah buah pasar dan diformulasikan dengan daun murbei sebagai bahan tambahan alami,” kata Silvani.
Limbah Buah Diolah Jadi Probiotik
Perubahan pola cuaca dapat memicu perubahan suhu, salinitas, dan pH air tambak.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko stres, serangan penyakit hingga kematian udang yang pada akhirnya dapat memengaruhi produktivitas dan pendapatan petambak.
Melalui pelatihan tersebut, petambak dibekali keterampilan mengolah limbah buah pasar menjadi probiotik MOL alami.
Produk tersebut diarahkan sebagai immunostimulan untuk membantu meningkatkan daya tahan udang terhadap perubahan kualitas lingkungan perairan.
Petambak juga didorong agar mampu memproduksi probiotik secara mandiri. Dengan begitu, ketergantungan terhadap produk probiotik komersial diharapkan dapat dikurangi.
Penggunaan probiotik alami juga diharapkan membantu menjaga kualitas air tambak, meningkatkan kesehatan udang, serta menekan risiko gagal panen akibat penyakit yang dipicu perubahan kondisi lingkungan.
Dorong Ekonomi Sirkular
Program tersebut sekaligus menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah organik pasar yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran.
Limbah tersebut diubah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung keberlanjutan budidaya perikanan.
Pertamina juga menyebut program ini mendukung program unggulan Pemerintah Kota Lhokseumawe, “Broh Jeut Ke Peng” atau sampah jadi uang.
Melalui TJSL Gampong Berdikari, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berupaya mendorong inovasi berbasis potensi lokal untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan budidaya perikanan, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan.(*)
Editor : Hendra Efison