PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM—Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh memasuki tahun ketiga dengan membawa pengalaman dari perjalanan usaha yang tidak selalu mulus. Setelah sempat menghadapi penurunan omzet selama sekitar enam bulan, usaha kuliner tersebut kini kembali berkembang dan mulai membidik pembukaan cabang baru.
Rumah makan yang berada di Jalan Bypass KM 21, Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, itu genap berusia dua tahun pada Minggu (23/8/2026). Usaha tersebut resmi berdiri pada 23 Agustus 2024.
Owner Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh, Alif Ahmad, mengatakan usaha tersebut bermula dari bisnis catering di bawah bendera Sakato Kuliner.
Pengalaman menjalankan catering kemudian mendorongnya membuka rumah makan dengan menu yang lebih spesifik.
“Awalnya saya tidak langsung berpikir untuk membuka rumah makan. Sebelumnya saya memang sudah menjalankan usaha catering di bawah bendera Sakato Kuliner. Dari pengalaman itulah kemudian muncul keinginan untuk memiliki rumah makan yang lebih spesifik dan punya ciri khas sendiri,” ujar Alif.
Sempat Hadapi Masa Sulit
Pada awal berdiri, Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh mengalami perkembangan yang cukup baik.
Namun, memasuki bulan keenam, kondisi usaha berubah dan penurunan tersebut berlangsung sekitar enam bulan.
“Di awal berdiri, Alhamdulillah perkembangannya cukup bagus. Tapi memasuki bulan keenam, kondisinya berubah. Omzet turun cukup jauh dan itu berlangsung sekitar enam bulan,” tutur Alif.
Situasi tersebut menjadi salah satu ujian dalam perjalanan usaha. Meski sempat khawatir, Alif memilih tidak menyerah dan melakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan.
Menurutnya, bertahan menjadi pilihan agar usaha yang baru dirintis tetap memiliki kesempatan untuk berkembang. Perbaikan pun dilakukan sembari terus melihat kebutuhan dan selera pelanggan.
“Kalau usaha baru langsung menyerah ketika menghadapi masalah, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana usaha ini bisa berkembang. Jadi kami memilih bertahan, memperbaiki apa yang kurang dan terus mencoba,” ujarnya.
Menu Terus Dikembangkan
Seiring perjalanan usaha, menu yang ditawarkan juga semakin beragam. Jika pada awalnya mengandalkan goreng baluik, ikan puyu, ikan gabus dan ayam goreng, kini pilihan makanan semakin banyak.
Pelanggan juga dapat menikmati gulai cincang, gulai ikan salai, gulai telur, sampadeh patin hingga nila goreng.
“Menu terus kami kembangkan. Kami melihat apa yang dibutuhkan dan disukai pelanggan. Jadi bukan hanya goreng baluik, sekarang sudah ada berbagai menu lainnya,” katanya.
Memasuki tahun kedua, kondisi usaha mulai kembali membaik. Pertumbuhan pelanggan membuat Alif semakin optimistis membawa usaha tersebut ke tahap berikutnya.
Tahun Ketiga Bidik Cabang
Memasuki tahun ketiga, Alif menargetkan Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh terus berkembang. Salah satu target yang ingin diwujudkan adalah membuka cabang baru.
“Tentu kami bersyukur dengan pencapaian ini, tetapi saya tidak ingin berhenti di sini. Tahun ketiga target kami adalah terus berkembang dan mudah-mudahan bisa membuka cabang,” ungkapnya.
Selain mengembangkan usaha, Alif berharap keberadaan rumah makan tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas melalui penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Harapan saya, Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh semakin dikenal, semakin banyak pelanggan yang datang dan bisa memberikan manfaat, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang,” tambahnya.
Dua tahun perjalanan menjadi pengalaman penting bagi usaha tersebut. Dari bisnis catering, berkembang menjadi rumah makan, menghadapi masa sulit, kemudian kembali bangkit dan kini bersiap melangkah menuju ekspansi.(*)
Editor : Hendra Efison