HBAP, Anak Perusahaan PTBA Raih Juara 3 EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 21:39 WIB
HBAP anak perusahaan PTBA meraih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM berkat inovasi PLTS Landfill. (Foto: Corcom PTBA)
HBAP anak perusahaan PTBA meraih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM berkat inovasi PLTS Landfill. (Foto: Corcom PTBA)

PADEK.JAWAPOS.COM – PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP), anak perusahaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), meraih Juara 3 Apresiasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) 2026 untuk Kategori Off-Grid, Sub-Kategori Power dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penghargaan tersebut diterima Zheng GuoXiong selaku Operation & Technical Director yang mewakili manajemen HBAP pada penyerahan penghargaan.

Prestasi itu diraih HBAP berkat inovasi dalam mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Landfill berkapasitas 44,88 kWp yang berfungsi secara hybrid off-grid di area pengelolaan limbah Fly Ash and Bottom Ash (FABA) Ash Yard PLTU Sumsel 8.

Pemanfaatan energi bersih tersebut mendukung operasional yang mandiri, efisien, dan ramah lingkungan di kawasan terpencil.

Corporate Secretary Division Head PT Bukit Asam, Eko Prayitno, mengatakan penghargaan tersebut memperkuat posisi PTBA Group dalam mendorong praktik pertambangan dan ketenagalistrikan yang berkelanjutan.

“Penghargaan dari Kementerian ESDM ini merupakan wujud pengakuan atas komitmen PTBA Group dalam mengintegrasikan energi bersih ke dalam rantai operasional kami. Inovasi pemanfaatan PLTS hybrid off-grid di HBAP memperlihatkan bagaimana entitas anak perusahaan mampu bertransformasi dan memberikan nilai tambah nyata bagi penurunan emisi karbon serta efisiensi operasional,” ujar Eko.

Tekan Emisi CO₂ 82,86 Ton

Sejak beroperasi secara hybrid off-grid, PLTS Landfill HBAP bersama PLTS HBAP #1 berkapasitas 162,25 kWp disebut telah memberikan dampak positif yang terukur bagi lingkungan dan operasional.

Keduanya berhasil menekan emisi CO₂ sebesar 82,86 ton, atau setara dengan daya serap karbon lebih dari 3.300 pohon.

Pada aspek keberlanjutan lingkungan, program tersebut juga disebut dapat mencegah timbulan pencemaran udara serta mendukung efisiensi biaya energi hingga puluhan juta rupiah setiap tahunnya.

Sementara itu, Direktur Utama HBAP Chen Xingyu mengatakan pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi perseroan untuk terus mengembangkan portofolio energi hijau.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh Ditjen EBTKE Kementerian ESDM. Pengoperasian PLTS Landfill secara hybrid off-grid ini hanyalah awal dari langkah besar HBAP dalam mendukung keberlanjutan energi,” ungkap Chen.

Ke depan, HBAP berkomitmen mengekspansi kapasitas pemanfaatan energi surya hingga 2–3 MWp di area operasionalnya, sekaligus memperluas program pemanfaatan FABA secara sirkular.

Manajemen PTBA menilai penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen grup perusahaan dalam mengakselerasi transisi energi di Indonesia.

Penggunaan energi terbarukan di lingkungan operasional HBAP dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi dan reliabilitas pasokan listrik secara mandiri, tetapi juga selaras dengan peta jalan PTBA menuju keberlanjutan dan pencapaian target emisi nol bersih atau Net Zero Emission.(*)

Editor : Heri Sugiarto
HBAP EBTKE 2026 PLTS Landfill energi terbarukan ptba