Mikroalga Lokal Diburu untuk Bahan Baku Kosmetik, ParagonCorp Gandeng BRIN

Hendra Efison • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:00 WIB
Sari Chairunnisa dan Ahmad Fathoni menandatangani kerja sama ParagonCorp dan BRIN untuk riset mikroalga lokal sebagai kandidat bahan baku kosmetik.
Sari Chairunnisa dan Ahmad Fathoni menandatangani kerja sama ParagonCorp dan BRIN untuk riset mikroalga lokal sebagai kandidat bahan baku kosmetik.

PADEK.JAWAPOS.COM— ParagonCorp bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeksplorasi mikroalga lokal Indonesia sebagai kandidat bahan baku kosmetik melalui riset pengembangan biomassa, ekstraksi senyawa aktif, dan evaluasi potensinya.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang riset, pengembangan, dan pemanfaatan mikroalga sebagai bahan baku industri kosmetik pada 1 September 2026 di ParagonCorp Head Office, Jakarta Selatan.

Eksplorasi ini menjadi bagian dari upaya memahami lebih jauh kekayaan biodiversitas Indonesia yang tidak hanya terdapat pada flora dan fauna berukuran besar, tetapi juga organisme mikroskopis yang hidup di berbagai lingkungan perairan.

Mikroalga menjadi salah satu sumber daya hayati yang menarik untuk diteliti karena memiliki keragaman biologis dan menghasilkan berbagai senyawa metabolit. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan penelitian dan karakterisasi secara sistematis.

ParagonCorp dan BRIN Mulai Eksplorasi Mikroalga Lokal

Pada tahap awal, penelitian akan mencakup pengembangan biomassa mikroalga, ekstraksi senyawa aktif, serta evaluasi potensinya untuk mengidentifikasi kandidat yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku industri kosmetik.

Tahapan tersebut dilakukan untuk membangun pemahaman dan data ilmiah mengenai karakteristik serta potensi mikroalga sebelum memasuki pengembangan lebih lanjut.

“Bagi ParagonCorp, biodiversitas Indonesia merupakan sumber potensi yang perlu dipahami melalui riset yang kuat dan berkelanjutan. Ketika kita berbicara tentang inovasi, ada banyak hal yang belum kita ketahui dari kekayaan hayati di sekitar kita,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp.

Menurutnya, kolaborasi dengan BRIN diharapkan dapat memperluas pengetahuan mengenai kekayaan hayati Indonesia, termasuk mikroalga lokal yang masih memiliki ruang luas untuk dipelajari.

Mikroalga merupakan organisme mikroskopis yang umumnya hidup di lingkungan perairan dan mampu memanfaatkan energi cahaya melalui proses fotosintesis.

Bagi peneliti, daya tarik mikroalga tidak hanya terletak pada ukurannya, tetapi juga pada keragaman biologis serta senyawa metabolit yang dihasilkannya.

Riset Jadi Dasar Pengembangan Bahan Baku Kosmetik

Dari sisi penelitian, BRIN berkontribusi melalui kompetensi dalam bioprospeksi dan pengembangan mikroalga. Sementara itu, ParagonCorp membawa pengalaman dalam mengevaluasi bahan baku serta mengaplikasikannya untuk kebutuhan industri kosmetik.

Pertemuan kedua perspektif tersebut membuka ruang untuk mengeksplorasi sumber daya hayati lokal secara lebih terarah sekaligus membangun dasar pengetahuan bagi penelitian dan pengembangan berikutnya.

“Mikroalga merupakan bagian dari biodiversitas mikroskopis yang masih memiliki ruang luas untuk dieksplorasi. Kolaborasi dengan industri memberikan kesempatan untuk memperkuat proses penelitian sekaligus melihat potensi pengembangan pengetahuan dari sumber daya hayati lokal,” kata Dr. Ahmad Fathoni, M.Eng., Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN.

Ia mengatakan, pada tahap awal fokus penelitian adalah membangun pemahaman dan data ilmiah yang kuat sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.

Kolaborasi ParagonCorp dan BRIN juga membuka peluang penelitian lebih lanjut terhadap senyawa yang dihasilkan mikroalga, termasuk melalui proses isolasi dan karakterisasi pada tahap berikutnya.

Setiap tahapan penelitian akan menjadi bagian dari proses untuk memperkuat pengetahuan ilmiah sekaligus melihat kemungkinan pengembangan sumber daya hayati lokal menjadi bahan baku bernilai tambah bagi industri kosmetik.

Bagi kedua pihak, eksplorasi mikroalga bukan tentang menyimpulkan manfaat atau hasil akhir yang belum ditemukan. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan mengenai apa yang masih belum diketahui dari biodiversitas mikroskopis Indonesia.

Dengan pendekatan berbasis sains, eksplorasi tersebut diharapkan membuka pengetahuan baru mengenai sumber daya hayati Indonesia sekaligus mengidentifikasi kemungkinan pemanfaatannya pada masa mendatang.

Sejalan dengan semangat “purposeful beauty tech company”, kolaborasi ParagonCorp dan BRIN menempatkan ilmu pengetahuan sebagai fondasi untuk memahami dan membuka potensi biodiversitas Indonesia.

Kekayaan biodiversitas tersebut diharapkan dapat memberikan nilai lebih luas ketika terus dipelajari, dipahami, dan dikembangkan melalui pengetahuan ilmiah.(*)

Editor : Hendra Efison
mikroalga lokal bahan baku kosmetik biodiversitas Indonesia ParagonCorp BRIN